Senin, 21 September 2026
11:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Stunde Null

istilah yang digunakan Jerman untuk tengah malam pada 8 Mei 1945

Stunde Null (Jerman:[ˈʃtʊndəˈnʊl], "Jam Nol") adalah istilah yang mengacu pada tengah malam tanggal 8 Mei 1945 di Jerman.[1] Ini menandai berakhirnya Perang Dunia II dan awal Jerman baru, non-Nazi.[2] Istilah ini dicetuskan sebagai upaya Jerman untuk melepaskan diri dari Nazi.[2] Denazifikasi kemudian diprakarsai oleh pasukan Sekutu yang menduduki Jerman.

Istilah ini menyiratkan "pemutusan mutlak dengan masa lalu dan awal baru yang radikal" atau "menyapu bersih tradisi dan kebiasaan lama".[1] Warga Jerman pada saat itu tinggal di negara yang hancur yang kira-kira 80 persen infrastruktur Jerman membutuhkan perbaikan atau rekonstruksi[3]yang melahirkan gagasan bahwa Jerman harus memasuki fase sejarah baru. Menurut para ahli [siapa?], kontroversi muncul ketika keluarga yang terkena dampak Perang Dunia II dan Holokaus mulai menuduh Jerman berusaha menghindari hukuman atau rasa bersalah setelah perang.

Stunde Null juga menandai berakhirnya hubungan bangsa Jerman dengan rezim Nazi. Seiring waktu, budaya stunde null bertujuan untuk menciptakan masyarakat Jerman yang 'tanpa ras', sangat berbeda dengan masyarakat Nazi yang sangat rasialis.[2] Tetapi, tujuan ini kurang efektif karena masih terdapat masalah yang terkait dengan ras di Jerman,[2] dan rasisme institusional juga tersebar luas di Jerman diduduki Sekutu, yang mencoba "mendidik kembali" bangsa Jerman, yang dipandang oleh banyak pihak sebagai bangsa munafik.

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Brockmann, Stephen (1996). "German Culture at "Zero Hour"". Carnegie Mellon University Research Showcase @ CMU: 8–36.
  2. 1 2 3 4 Chin, Fehrenbach, Eley, Grossmann (2009). After the Nazi Racial State. Michigan: University of Michigan Press. hlm. 5–20. ISBN 9780472033447.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. Rumler, Frank (2012-11-21). "Rebuilding Post War Germany: A Century-Long Project". Berlin Germany Life: City Info Guide (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-18. Diakses tanggal 2016-12-10.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan