Selasa, 13 Oktober 2026
18:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Studi perang

Bagikan:

Studi perang merupakan salah satu studi dalam ilmu Hubungan Internasional yang berfokus pada sebab, dinamika, dan dampak konflik antarnegara maupun aktor non negara. Menurut Waltz (1979), penyebab perang dapat dianalisis melalui three level of analysis: individu, negara, dan sistem internasional. Pendekatan ini menegaskan bahwa perang bukan hasil dari perilaku pemimpin, tetapi dipengaruhi struktur politik domestik serta anarki dalam sistem internasional. Selain itu, pandangan realisme menyebut perang sebagai unavoidable dalam politik global. Morgenthau (1948) berpendapat bahwa konflik dan perang muncul karena perebutan kekuasaan yang bersifat abadi dalam hubungan antarnegara. Namun, pandangan liberalisme menawarkan sudut pandang berbeda dengan menekankan peran institusi internasional dalam mencegah konflik. Doyle (1986) misalnya, menyoroti teori democratic peace yang berargumen bahwa negara demokratis menghindari perang antar sesama negara.[1]

Dalam kajian kontemporer, perang juga mengaitkan isu non-tradisional seperti terorisme, dan konflik etnis. Kaldor (2012) menyebut fenomena ini sebagai new wars yang lebih kompleks karena melibatkan actor transnasional dan motivasi identitas, bukan sekadar perebutan wilayah. Perang saat ini sering kali berkaitan dengan perebutan sumber daya alam, perubahan iklim, serta informasi digital Dengan demikian, studi perang tidak hanya relevan untuk memahami dinamika kekerasan antarnegara, tetapi juga penting dalam merumuskan strategi perdamaian global. Analisis interdisipliner yang menggabungkan teori klasik dan isu kontemporer memberikan pemahaman lebih utuh mengenai mengapa perang terjadi dan bagaimana mencegahnya.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Ortega-del-Cerro, Pablo (2023-07-01). "A War of Information: Spanish Naval Intelligence During the American Revolutionary War (1775–83)". War in History (dalam bahasa Inggris). 30 (3): 235–256. doi:10.1177/09683445221078058. ISSN 0968-3445.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan