Minggu, 08 November 2026
19:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Stress panas

Stress panas

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Desember 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Stress panas adalah beban panas bersih yang dapat memapar pekerja melalui kontribusi kombinasi dari panas metabolic, faktor lingkungan (udara, suhu, kelembaban, pergerakan udara dan panas radian), serta faktor pakaian. Stress panas ringan hingga sedang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan dapat mengakibatkan dampat buruk pada performa kerja serta keselamatan kerja tetapi hal tersebut tidak berbahaya untuk kesehatan.[1] (TLV ACGIH 2016)

250px-John_Butler_talks_with_two_men_while_oil_well_fire_burns_in_background_%289238328229%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pekerja terpapar panas

Contoh tempat kerja di mana pekerja mungkin dapat menderita dari stress panas karena lingkungan panas yang tercipta dari proses kerja atau tempat kerja yang sempit:

  • Pabrik kaca dan karet
  • Pertambangan
  • Jalur angin terkompresi
  • Pabrik tenaga nuklir
  • Operasi pengecoran dan pengeboran
  • Pabrik pencetakan bata dan keramik
  • Ruang ketel uap
  • Dapur katering dan pembuatan roti
  • Usaha cuci baju[2]

Pada industri-industri di atas, lingkungan panas bisa jadi merupakan sebuah kebiasaan. Untuk industri yang lain, bekerja pada suhu panas bisa dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang dilakukan serta perubahan lingkungan kerja misalnya perubahan musim dari kemarau ke musim hujan dapat menjadi faktor perubahan signifikan untuk stress panas.[2]

Stress panas memiliki dampak variasi untuk masing-masing individu, beberapa orang mungkin tidak berpengaruh pada suhu panas sementara beberapa yang lain akan sangat terdampak. Ciri-ciri dari stress panas antara lain:[2]

· Mudah marah

· Kehilangan kemampuan untuk bekerja berat [3]

· Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi

· Kram otot

· Ruam panas

· Haus yang parah

· Pingsan

· Kelelahan panas – Lelah, pusing, mual, sakit kepala dan kulit lembap

· Strok panas – kulit kering panas, kebingungan, kejang dan sering kehilangan kesadaran. Ini merupakan gangguan paling parah dan dapat berdampak kepada kematian jika tidak segera dideteksi di awal.

Studi Kasus Stress Panas

Seorang petugas di galangan kapal bekerja di akhir shift nya. Panas matahari dengan cepat memanaskan area dalam. Petugas tersebut diminta untuk bekerja lembur guna mentutaskan pekerjaannya. Tanpa mengambil istirahat terlebih dahulu, pekerja tersebut tetap mengerjakan pekerjaan dengan membawa peralatan berat.

Dia memanjat tangga beberapa kali untuk mengakses tempat kerja baru yang berlokasi di sebuah unit dengan paparan langsung sinar matahari sepanjang hari. Pekerja tersebut melakukan pekerjaan seperti pengelasan dan gerinda. Ketika dia berdiri, dia merasakan pusing dan jatuh ke depan. Dia dapat menahan dengan 1 lutut kemudian jatuh dan melukai tangannya karena terkena potongan besi.

stress panas
Ilustrasi pekerja pengelasan yang berisiko terpapar stress panas

Pekerja di sekitarnya menghampiri dan melepaskan bajunya yang berat serta memberikannya air. Pekerja tersebut mengalami dehindrasi dan kelelahan panas serius sehingga harus dibawa keluar dari galangan kapal ke klinik.[4]

Pengendalian Stress Panas

Cara untuk mengendalikan stress panas antara lain adalah:[1]

· Membuat instruksi verbal dan tertulis, program pelatihan tahunan, dan informasi lain terkait dengan stress panas

· Mendorong minum dengan volume yang kecil (sekitar 1 gelas) selama sekitar 20 menit

· Mendorong pekerja untuk melaporkan gejala gangguan panas kepada supervisor

· Mendorong pekerja untuk dapat membatasi dirinya sendiri ketika supervisor tidak ada

· Mendorong rekan kerja untuk dapat mendeteksi gejala pada rekan-rekannya yang lain

· Mengawasi pekerja yang sedang berada dalam proses pengobatan

· Mendorong gaya hidup sehat, berat badan ideal dan keseimbangan elektrolit

· Mempertimbangkan analisis risiko stress panas terhadap pekerjaan

· Mempertimbangkan pengendalian baik itu adalah pengendalian teknis, pengendalian administrasi dan Alat pelindung diri.

Regulasi Pengendalian Stress Panas

Indeks Suhu Bola Basah (ISBB) adalah sebuah parameter untuk menilai iklim kerja panas yang merupakan hasil perhitungan antara suhu udara kering, Suhu Basah Alami dan Suhu Bola. ISBB ini menjadi nilai standar untuk mencegah risiko dari stress panas. ISBB diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Tabel 1. Nilai Ambang Batas Iklim Kerja Indeks Suhu Basah dan Bola Basah (ISBB) yang diperkenankan
Pengaturan Waktu Kerja Setiap Jam ISBB
Beban Kerja
Ringan Sedang Berat Sangat Berat
75% - 100% 31,0 28,0 - -
50% - 75% 31,0 29,0 27,5 -
25% - 50% 32,0 30,0 29,5 28,0
0% - 25% 32,5 31,5 30,5 30,0

Referensi

  1. 1 2 American Conference of Governmental Industrial Hygienists. 2016. Threshold Limit Value. Cincinnati: ACGIH.
  2. 1 2 3 Health and Safety Executive United Kingdom. n.d. Heat Stress. Accessed September 3, 2018. http://www.hse.gov.uk/temperature/heatstress/index.htm.
  3. ↑ Canadian Center for Occupational Health and Safety. 2018. Hot Environments - Health Effects and First Aid. Agustus 4. Accessed September 3, 2018. https://www.ccohs.ca/oshanswers/phys_agents/heat_health.html.
  4. ↑ Occupational Health and Safety Administration. n.d. Heat Stress: Case History. Accessed September 3, 2018. https://www.osha.gov/dts/maritime/sltc/ships/shipfitting/heatstress_case.html.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan