Selasa, 20 Oktober 2026
00:40 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Strategi Untaian Pulau

Strategi Untaian Pulau

konsep politik luar negeri Amerika Serikat

Bagikan:
250px-Geographic_Boundaries_of_the_First_and_Second_Island_Chains.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Untaian pulau pertama dan kedua

Strategi Untaian Pulau adalah strategi yang pertama kali digunakan oleh komentator pengamat luar negeri Amerika Serikat, John Foster Dulles, ketika Perang Korea berlangsung pada tahun 1951. Menurut strategi ini, Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok perlu dikepung di laut.[1] Konsep ini tidak pernah menjadi patokan kebijakan AS, tetapi para analis Tiongkok benar-benar mempertimbangkannya sampai sekarang. Konsep ini meningkatkan kekhawatiran Tiongkok bahwa suatu saat mereka akan dikepung Amerika Serikat dan menekankan daya tarik Taiwan secara geografis dan strategis. Konsep ini ikut menentukan opsi dan strategi laut serta kebijakan ekonomi Tiongkok.[2]

Menurut Tiongkok, strategi untaian pulau terbagi menjadi tiga, untaian pulau pertama, untaian pulau kedua, dan untaian pulau ketiga.

Untaian pulau pertama

Artikel utama: Untaian pulau pertama

Untaian pulau pertama berawal di Kepulauan Kuril hingga Kalimantan dan Filipina utara. Ini adalah untaian pertama untuk mengepung negara-negara sosialis yang berhaluan dengan Uni Soviet. Setelah Uni Soviet runtuh, Tiongkok menjadi sasaran utama. Daerah penting dalam untaian ini adalah Taiwan.

Karena untaian ini terdiri atas rangkaian pulau, untaian ini juga disebut "kapal induk anti-tenggelam". Istilah tersebut secara spesifik mengacu pada Taiwan.

Untaian pulau kedua

Untaian pulau kedua memiliki dua versi. Versi yang paling umum mengacu pada Kepulauan Ogasawara dan Kepulauan Iwo di Jepang beserta Kepulauan Mariana milik Amerika Serikat.

Karena untaian ini terletak di tengah Samudra Pasifik, untaian ini berperan sebagai garis pertahanan strategis kedua bagi Amerika Serikat..

Untaian pulau ketiga

Untaian pulau ketiga berawal di Kepulauan Aleut dan berakhir di Oseania. Daerah penting dalam untaian ini adalah Kepulauan Hawaii milik Amerika Serikat.

Target dan peristiwa

Target utama doktrin ini adalah Uni Soviet. Namun, Republik Rakyat Tiongkok dan Vietnam juga dimasukkan sebagai target tambahan. Usai bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Tiongkok menjadi target utama doktrin ini.

Referensi

  1. ↑ Hiroyuki Umetsu, "Communist China’s entry into the Korean hostilities and a US proposal for a collective security arrangement in the Pacific offshore island chain." Journal of Northeast Asian Studies (1996) 15#2 pp: 98–118.
  2. ↑ Toshi Yoshihara, "China's Vision of Its Seascape: The First Island Chain and Chinese Seapower." Asian Politics & Policy (2012) 4#3 pp. 293–314. DOI: 10.1111/j.1943-0787.2012.01349.x
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan