Jumat, 25 September 2026
04:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Steven Soter

Steven Soter adalah astrofisikawan yang saat ini menjabat sebagai ilmuwan tetap di Environmental Studies Program Universitas New York dan Rekan Peneliti di Departemen Astrofisika American Museum of Natural History. Ia merupakan pendukung definisi planet 2006 oleh Persatuan Astronomi Internasional yang sempat menuai kontroversi.

Soter mendapat gelar sarjana di bidang astronomi dan fisika dari UCLA pada tahun 1965 dan gelar doktoralnya di bidang astronomi dari Cornell University. Salah satu penasihatnya adalah astronom ternama Carl Sagan.

Pada tahun 1974, Soter berpendapat bahwa debu yang dihasilkan oleh pengeboman meteoritik terhadap satelit Saturnus, Phoebe, mungkin mengitari planet ini sampai bertabrakan dengan satelit Saturnus lainnya, Iapetus, dan menjadi penyebab dikotomi gelap-cerah Iapetus yang unik. Meski bukan kasus pertama, debu yang berasal dari satelit ireguler Saturnus juga ditemukan di dalam data wahana antariksa Casini dan terbukti memainkan peran penting dalam pewarnaan Iapetus.[1][2] Penemuan "cincin Phoebe" di Saturnus tahun 2009 memperkuat kemungkinan bahwa proses yang pertama kali dipaparkan oleh Soter ini turut menjadi penyebab Iapetus tampak seperti itu.[3][4]

Tahun 1977-1979, Soter bersama Ann Druyan menulis seri dokumenter Carl Sagan yang monumental tahun 1980, Cosmos. Sejak itu, ia menjadi penasihat di sejumlah dokumenter sains seperti film IMAX Blue Planet dan Cosmic Voyage.

Tahun 1997, Soter bekerja di Hayden Planetarium di American Museum of Natural History dan diangkat menjadi rekan peneliti. Ia juga memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap penelitian tentang kota kuno Helike, Yunani.

Tahun 2007, setelah IAU mengumumkan keputusannya yang kontroversial soal definisi planet. Soter menerbitkan artikel di Scientific American yang menyertakan rumus matematika, yaitu "diskriminan keplanetan", untuk menjelaskan bagaimana syarat IAU bahwa sebuah planet harus "mengosongkan lingkungannya" dari objek lain bisa diterapkan di dunia nyata. Ia sebelumnya telah menulis artikel yang lebih teknis dengan subjek yang sama pada tahun 2006 sebelum definisi baru ini, tetapi diterbitkan di The Astronomical Journal.

Pada tahun 2014, ia dan Druyan kembali bekerja sama untuk menulis miniseri televisi Cosmos: A Spacetime Odyssey yang dibawakan oleh koleganya di AMNH, Neil deGrasse Tyson.

Referensi

  1. ↑ Denk, Tilmann; Neukum, Gerhard; Roatsch, Thomas; Porco, Carolyn C.; Burns, Joseph A.; Galuba, Götz G.; Schmedemann, Nico; Helfenstein, Paul; Thomas, Peter C. (2010-01-22). "Iapetus: Unique Surface Properties and a Global Color Dichotomy from Cassini Imaging". Science. 326 (5964). AAAS: 435–439. Bibcode:2010Sci...327..435D. doi:10.1126/science.1177088. PMID 20007863. Diakses tanggal 2010-01-22.
  2. ↑ Spencer, John R. (2010-01-22). "Formation of Iapetus' Extreme Albedo Dichotomy by Exogenically Triggered Thermal Ice Migration". Science. 326 (5964). AAAS: 432–435. Bibcode:2010Sci...327..432S. doi:10.1126/science.1177132. PMID 20007862. Diakses tanggal 2010-01-22.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  3. ↑ Verbiscer, Anne (published online 2009-10-07). "Saturn's largest ring". Nature. 461 (7267): 1098–100. Bibcode:2009Natur.461.1098V. doi:10.1038/nature08515. PMID 19812546.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Cowen, Rob (2009-10-06). "Largest known planetary ring discovered". Science News. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-06. Diakses tanggal 2014-04-19.

Sumber

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan