Senin, 19 Oktober 2026
20:32 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Stefan Nemanja

Stefan Nemanja

Bagikan:

Santo Simeon adalah seorang teolog yang hidup pada tahun 949 - 1022. Ia lahir di Asia Kecil dari keluarga yang mempunyai kedudukan cukup tinggi di tingkat provinsi. Ia dikirim ke Konstantinopel oleh keluarganya dengan harapan dapat mendapatkan kedudukan yang cukup tinggi di kekaisaran. Pada usia 14 tahun, ia berjumpa dengan seorang rahib yang juga bernama Simeon, yaitu Santo Symeon Studite. Perjumpaan ini menjadi titik tolak dari hidup Simeon. Studite sendiri kelak menjadi pembimbing spiritual dari Simeon. Di bawah bimbingan Studite, pertumbuhan spiritual Simeon berkembang dengan pesat, dan di usia 20 tahun, ia mulai mendapat penglihatan ilahi yang menjadi penglihatan pertamanya. Seumur hidupnya, ia terus mendapat penglihatan-penglihatan. Ia mengajarkan beberapa pengajaran yang dianggap tidak umum, contohnya ketika ia mengajarkan rahib lainnya untuk selalu menerima komuni sambil meneteskan air mata. Pengajaran-pengajarannya ini akhirnya berujung pada pemberontakan para rahib, tetapi untungnya berhasil direkonsiliasi oleh Simeon sendiri.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Baca Selengkapnya di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan