Rabu, 04 November 2026
18:47 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Stasiun Sungai Lassi

Stasiun Sungai Lassi

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Sungai Lasi
40px-Logo_Kereta_Api_Indonesia_1991-2011.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sungai Lasi
+332 m
330px-Stasiun_Kereta_Api_Sungai_Lassi_%283%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Sungai Lassi, 2023
Nama lain
  • Sungai Lasia'
  • Sungai Lassi
Lokasi
Koordinat 0°46′25.190″S 100°43′57.781″E / 0.77366389°S 100.73271694°E / -0.77366389; 100.73271694
Ketinggian+332 m
Operator
Letak
km 140+379 lintas Teluk Bayur–Padang–Lubuk Alung–Sawahlunto[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Ditutup2003
JenisBangunan
KriteriaNasional
Ditetapkan31 Januari 2019
No. referensiCB.6060.19700101.03457
Nomor SK556-109-2019
Diagram lintasan stasiun
ke Solok
ke Silungkang
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-0.77366388888889,100.73271694444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Sungai_Lassi&revid=29531428&groups=_1ddad1c592c31c4e0f56fa0bd777dca76460dd2f&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
lossy-page1-250px-KITLV_A610_-_Emplacement_te_Soengailasi_van_de_Staatsspoorwegen_ter_Sumatra_%27s_Westkust%2C_KITLV_52803.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Sungai Lassi pada tahun 1890-an.

Stasiun Sungai Lassi (SNL) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di Pianggu, IX Koto Sungai Lasi, Solok. Stasiun yang terletak pada ketinggian +332 meter ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatera Barat. Saat ini Stasiun Sungai Lassi hanya memiliki satu jalur.

Stasiun Sungai Lassi dahulu difungsikan untuk pelayanan persilangan dan penyusulan antarkereta api batu bara dari pertambangan batu bara Ombilin di Sawahlunto yang hendak menuju Pelabuhan Teluk Bayur, yang sudah tidak aktif Tahun 2003 karena habisnya batu bara.[3][4]

Kereta api terakhir yang melewati stasiun ini adalah kereta api wisata Danau Singkarak, yang sudah nonaktif secara reguler sejak 2014. Namun perjalanannya tidak berhenti di stasiun ini.[5]

Pada saat Perumka merombak pola operasi kereta api batu bara pada jalur Sawahlunto–Padang, stasiun ini ditutup. Stasiun ini memiliki keunikan yaitu memiliki 2 papan nama yang berbeda, papan khas PJKA dengan nama Sungai Lassi tetapi papan Perumka bertuliskan Sungai Lasi.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Asdhiana, I Made, ed. (2016-01-05). "Yang Tersisa dari Kejayaan Kereta Api di Sumbar". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-11.
  4. ↑ Sumbar, Antara. "Sejarah Kereta Api Sumbar dan Mimpi "Shinkansen"". ANTARA News. Diakses tanggal 2018-06-11.
  5. ↑ kompas.id (2016-01-21). "Susur Rel: Dari dalam Kereta, Menatap Singkarak * Liputan Khusus Susur Rel 2015". Jelajah Kompas (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-17.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Solok Padang Panjang–Sawahlunto Silungkang
menuju Sawahlunto


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Sumatera Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan