Kamis, 29 Oktober 2026
01:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Piladang

Stasiun Piladang

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Piladang
Piladang+590 m
330px-Stasiun_Piladang_2023_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak emplasemen stasiun Piladang
Lokasi
Koordinat 0°15′54.68652″S 100°34′29.66664″E / 0.2651907000°S 100.5749074000°E / -0.2651907000; 100.5749074000
Ketinggian+590 m
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka15 September 1896
Ditutup1973
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-0.2651907,100.5749074,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Piladang&revid=27556670&groups=_c1c25920f54052b76df71878cad253b8262d0759&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Piladang (PLG) adalah Stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Akabiluru, Lima Puluh Kota. Stasiun yang terletak pada ketinggian +590 meter ini termasuk dalam Wilayah Aset Divisi Regional II Sumatera Barat.

Sejarah

Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh-Limbanang. Setelah jalur menuju Fort de Kock Bukittinggi selesai dibangun pada tanggal 1 November 1891, jalur ini dilanjut untuk menjangkau tambang emas di Manggani, Kec. Gunuang Omeh, Kab. Lima Puluh Kota. Jalurnya dibuka pada tanggal 15 September 1896.[3]

Jalur ini tetap beroperasi setelah masa-masa kemerdekaan, tetapi hanya difokuskan untuk pengangkutan penumpang. Namun karena jalur kereta api yang ekstrem, prasarana dan sarana yang tua, dan persaingan dengan mobil pribadi dan angkutan umum menyebabkan jalur ini terus berkurang okupansinya. Jalur ke Payakumbuh ditutup pada tahun 1973. Dengan ditutupnya jalur menuju Stasiun Bukittinggi pada tahun 1986, berakhirlah riwayat jalur Stasiun Padang Panjang–Stasiun Payakumbuh.[4]

Kondisi Saat Ini

Kini, bangunan dari stasiun ini telah tertempel oleh bangunan-bangunan baru disekitarnya, sehingga bangunan stasiun sudah tidak dapat teramati dengan jelas lagi dari luar. Namun kondisi dalam bangunan stasiun ini masih terawat dan tanpa perubahan kondisi yang signifikan sama sekali. Alat-alat di sekitar stasiun berupa sinyal muka stasiun dan Pancur air juga masih ada. Stasiun ini juga sudah dipasang papan nama stasiun versi terbaru tahun 2020.

Pada sekitar tahun 2010an hingga 2021, bagian stasiun ini menjadi rumah produksi usaha Kerupuk Merah. Dan pada penghujung tahun 2023, sebuah pub Biliar dibuka di salah satu bagian daripada stasiun ini.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  4. ↑ Safwan, M.; Taher, I; Asnan, G.; Syafrizal (1987). Sejarah Kota Padang. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Padang Tarab Padang Panjang–Payakumbuh–Limbanang Payakumbuh
menuju Limbanang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan