Jumat, 30 Oktober 2026
19:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Koto Baru

Stasiun Koto Baru

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Kotabaru atau Stasiun Malang Kotabaru.
Stasiun Koto Baru
Koto Baru+1.154 m
330px-E10_63_0-10-0T_rack_locomotive%2C_Kota_Baru%2C_West_Sumatra%2C_Indonesia._August_1972_%2853335588190%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Koto Baru saat masih beroperasi, difoto sekitar bulan Agustus tahun 1972.
Lokasi
Koordinat 0°23′32.185″S 100°24′8.636″E / 0.39227361°S 100.40239889°E / -0.39227361; 100.40239889
Ketinggian+1.154 m
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1 November 1891
Ditutup1986
Nama sebelumnyaHalte Kotabaroe, Kotabaru
Diagram lintasan stasiun
ke Kayu Tanduk
eks gudang
ke Padang Giring-giring
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-0.39227361111111,100.40239888889,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Koto_Baru&revid=27508959&groups=_ddee41bd13494eb62c14dd5ae0c6dc50aa4130bf&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Koto Baru (KOB) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Koto Baru, X Koto, Tanah Datar. Dengan letaknya pada ketinggian +1.154 meter, stasiun ini merupakan stasiun yang letaknya paling tinggi di Divisi Regional II Sumatera Barat dan Pulau Sumatra.

Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Jalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh. Jalur menuju Fort de Kock Bukittinggi selesai dibangun pada tanggal 1 November 1891, lalu dilanjut untuk menjangkau tambang emas di Payakumbuh. Jalurnya dibuka pada tanggal 15 September 1896.[3]

Jalur ini tetap beroperasi setelah masa-masa kemerdekaan, tetapi hanya difokuskan untuk pengangkutan penumpang. Namun karena jalur kereta api yang ekstrem, prasarana dan sarana yang tua, dan persaingan dengan mobil pribadi dan angkutan umum menyebabkan jalur ini terus berkurang okupansinya. Dengan ditutupnya jalur menuju Bukittinggi pada tahun 1986, berakhirlah riwayat jalur Padang Panjang–Payakumbuh.[4]

Yang tersisa dari stasiun ini hanyalah sebuah gudang barang yang telah dikerumuni permukiman penduduk. Dahulu terdapat tulisan "Kotabaroe" dengan angka ketinggian +1.154 m di sisi utara gudang ini.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  4. ↑ Safwan, M.; Taher, I; Asnan, G.; Syafrizal (1987). Sejarah Kota Padang. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pasar Rebo Padang Panjang–Payakumbuh–Limbanang Padang Giring-giring
menuju Limbanang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan