Sabtu, 31 Oktober 2026
04:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Ashikawa

Stasiun Ashikawa

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Asahikawa.
Stasiun Ashikawa

芦川駅
330px-%E8%8A%A6%E5%B7%9D%E9%A7%85%E8%B7%A1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Ashikawa setelah di tutup pada Mei 2005, rangka peron masih terlihat namun kini sudah dibongkar
Lokasi
OperatorLogo Perusahaan Kereta Api Hokkaido (JR Hokkaido). JR Hokkaido
JalurJalur Utama Sōya
Jumlah peron1 peron sisi
Jumlah jalur1
Sejarah
Dibuka15 September 1926 (1926-09-15)
Ditutup1 Juli 2001 (2001-07-01)
Diagram stasiun
ke Kabutonuma
ke Tokumitsu
Lokasi pada peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Ashikawa (芦川駅, Ashikawa-eki) adalah bekas stasiun kereta api di Toyotomi, Distrik Teshio, Hokkaido, Jepang, yang dioperasikan oleh Perusahaan Kereta Api Hokkaido.

250px-Ashikawa_eki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Ashikawa dan area sekitarnya kurang lebih 500m para tahun 1977. Sumber: Foto Udara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (Jepang)
250px-Asikawa-sta..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan Stasiun Ashikawa yang telah dilestarikan di dekat Stasiun Kabutonuma

Sejarah[1]

  • 25 September 1926 : Dibuka dengan perpanjangan Jalur Teshio Kementerian Perkeretaapian antara Stasiun Horonobe dan Stasiun Kabutonuma.
  • 1 April 1930 : Jalur Teshio digabungkan ke Jalur Utama Soya, dan menjadi stasiun di jalur tersebut.
  • 1 Juni 1949 : Dialihkan ke Perusahaan Kereta Api Nasional Jepang, sebuah perusahaan publik .
  • 25 Mei 1977 : Penanganan barang dihentikan.
  • 1 Februari 1984 : Penanganan bagasi dihentikan.
  • 10 November 1984 : Menjadi stasiun tanpa awak. Penjualan tiket dan operasi gerbang dihentikan. Kru yang bertanggung jawab atas operasi blok tetap ditempatkan di sana.
  • 1 November 1986 : Fasilitas pengalihan jalur dihapuskan karena rasionalisasi yang menyertai pengenalan CTC (Electronic Train Control). Bersamaan dengan itu, pengoperasian kereta api menjadi tanpa awak.
  • 1 April 1987 : Menjadi stasiun JR Hokkaido setelah privatisasi dan pembagian Kereta Api Nasional Jepang.
  • 1 Juli 2001 : Layanan dihentikan karena jumlah pengguna yang sedikit.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan