Kamis, 08 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Srindrawarman

Srindrawarman

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Sri Indrawarman. (Diskusikan) Diusulkan sejak Juni 2025.
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: kekurangan pranala dalam. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Harap pastikan akurasi artikel ini dengan sumber tepercaya. Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Srindrawarman atau Sri Indrawarman yang memerintah Kerajaan Sriwijaya dari tahun 702 hingga 728 M, dikenal sebagai salah satu penguasa pertama di Nusantara yang menunjukkan minat terhadap agama Islam. Sri Indrawarman adalah raja kedua dari Kerajaan Sriwijaya setelah Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Selama masa pemerintahannya, Sri Indrawarman dikenal sebagai sosok yang berwawasan luas dan memiliki visi yang tajam dalam menentukan arah kerajaan. Ia memimpin ekspansi wilayah Sriwijaya dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan maritim di Asia Tenggara. Kebijakan-kebijakan yang diambilnya berkontribusi pada kejayaan dan pengaruh Sriwijaya di kawasan tersebut.[1]

250px-Gold_dinar_of_Umar_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin Dinar Masa Kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz

Hal ini dibuktikan dengan surat yang dikirimkannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada sekitar tahun 718 M, yang berisi permintaan untuk dikirimkan seorang utusan yang dapat menjelaskan ajaran Islam kepadanya. Surat ini menunjukkan adanya interaksi antara Kerajaan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam pada masa itu. Sri Indrawarman, dikenal sebagai salah satu penguasa pertama di Nusantara yang menunjukkan minat terhadap agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan surat yang dikirimkannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada sekitar tahun 718 M, yang berisi permintaan untuk dikirimkan seorang utusan yang dapat menjelaskan ajaran Islam kepadanya. Surat ini menunjukkan adanya interaksi antara Kerajaan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam pada masa itu.[2]

Isi surat Srindrawarman

Raja Srindrawarman, sebelumnya, juga telah mengirimkan surat kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan, Khalifah pertama dari dinasti Umayyah. Berikut ini adalah isi surat kedua yang ditujukan oleh Maharaja Sriwijaya, Sri Indrawarman, kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan isi sebagai berikut:

“Dari Raja yang memerintah segala raja, yang merupakan keturunan dari ribuan penguasa, yang istrinya adalah cucu dari ribuan penguasa, yang kebun binatangnya dihuni oleh ribuan ekor gajah, yang wilayah kekuasaannya terbentang di sepanjang dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah-rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang harum aromanya dapat tercium hingga jarak 12 mil. Kepada Raja Arab yang hanya menyembah Allah dan tidak mengakui adanya tuhan selain-Nya. Aku telah mengirimkan hadiah sebagai tanda persahabatan, meskipun nilainya tidak seberapa. Aku berharap engkau bersedia mengirimkan seorang utusan untuk menyampaikan ajaran Islam beserta seluruh hukum-hukumnya kepadaku.”[3]

Setelah menerima surat dari Sri Indrawarman, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengutus seorang utusan untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada raja tersebut. Proses ini menunjukkan adanya dialog antaragama dan budaya antara Sriwijaya dan dunia Islam. Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai apakah Sri Indrawarman akhirnya memeluk Islam, surat yang dikirimkannya mencerminkan sikap terbuka dan rasa ingin tahu terhadap ajaran Islam.

Meskipun masa pemerintahannya relatif singkat, Sri Indrawarman meninggalkan warisan yang signifikan dalam sejarah Nusantara. Interaksinya dengan dunia Islam membuka jalan bagi hubungan lebih lanjut antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan dunia Islam. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diambilnya dalam bidang politik dan ekonomi turut membentuk arah perkembangan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruhnya di Asia Tenggara.[4]

Referensi

  1. ↑ "Raja Sri Indrawarman, Penguasa Nusantara Pertama yang Memeluk Islam". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-06-14.
  2. ↑ "Bunyi Surat dari Raja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz". goodnewsfromindonesia.id. 2022-04-04. Diakses tanggal 2025-06-15.
  3. ↑ "Siapa Maharaja Sriwijaya yang Bersurat kepada Umar bin Abdul Aziz? | maktabu". maktabu.republika.co.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
  4. ↑ "Bappeda Provinsi Jambi". bappeda.jambiprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan