Kamis, 15 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Sri Isyana Tunggawijaya

Bagikan:
Isyana Tunggawijaya
Sri Isyana Tunggawijaya
Ratu Medang ke-18
Berkuasa947 - ?
PendahuluMpu Sindok
PenerusMakutawangsawardhana
AyahMpu Sindok
KeturunanMakutawangsawardhana
WangsaIsyana
AgamaHindu

Sri Isyana Tunggawijaya adalah raja perempuan Kerajaan Medang periode Jawa Timur yang memerintah berdampingan bersama dengan suaminya yang bernama Sri Lokapala. Namanya menjadi dasar nama wangsa Isyana sebuah dinasti yang didirikan oleh ayahnya Mpu Sindok, Raja pertama Medang periode Jawa Timur. Sri Isyana Tunggawijaya adalah ratu Kerajaan Medang yang memerintah sejak tahun 947.

Sejarah

Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok, yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Kompleks Petirtaan Jalatunda yang merupakan kawasan petirtaan yang dibangun sejak masa Medang periode Jawa Timur terletak di kaki barat Bukit Bekel, salah satu "gunung pendamping" Gunung Penanggungan diduga dibangun pada masa pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya dan suaminya Sri Lokapala yang merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali.

Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya, tidak diketahui pula dengan pasti kapan pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya dan Sri Lokapala berakhir. Menurut Prasasti Pucangan, yang menjadi raja selanjutnya adalah putera mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana.

Kepustakaan

  • Marwati Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
  • Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara
Didahului oleh:
Mpu Sindok
Raja Kerajaan Medang
947 – ?
Diteruskan oleh:
Sri Makuthawangsawardhana
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan