Kamis, 24 September 2026
09:42 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Spatholobus

Spatholobus

genus tumbuh-tumbuhan

Spatholobus
250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spatholobus parviflorus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Tribus: Phaseoleae
Genus: Spatholobus
Hassk. (1842)
Spesies

Lihat teks

Sinonim[1]

Drebbelia Zoll. & Moritzi (1846)

Artikel takson sembarang

Spatholobus; yang dikenal dengan nama bajakah,[2] akar bajakah, atau kayu bajakah;[3] adalah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga kacang-kacangan (Fabaceae). Genus ini mencakup 35 spesies liana yang tersebar dari anak benua India hingga Indocina, Cina selatan, dan Malesia barat (Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Filipina). Anggotanya tumbuh di hutan dan semak tropis yang kering hingga hijau sepanjang musim, sering kali di lereng berbatu dan di daerah yang terganggu.[1] Genus ini tergolong dalam subfamili Faboideae.[4]

Habitat

Habitat dari jenis-jenis tanaman Bajakah sendiri sangatlah luas, mencakup kepulauan Andaman, Assam, Bangladesh, Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, China selatan, China tenggara (untuk Spatholobus suberectus);[5] serta Himalaya timur, Hainan, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.[6]

Manfaat dan Penggunaan

Akar Bajakah telah lama digunakan oleh suku Dayak sebagai bahan alami untuk pengobatan tradisional. Dalam masyarakat, Akar Bajakah dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti mengatasi kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penuaan dini, menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, serta membantu dalam pengobatan penyakit diabetes, asam lambung GERD, dan hepatitis atau penyakit liver.[7][8]

Daftar Spesies[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Spatholobus Hassk. Plants of the World Online. Retrieved 20 September 2023.
  2. Mahfudh, Nurkhasanah; Utami, Dwi; Nashihah, Siti; Ahda, Mustofa; Andika, Andika (September 2024). "Variability and pharmacological potential of bajakah (Spatholobus sp.) as an indigenous medicinal plant: a review". 13 (3): 1470–1479. doi:10.11591/ijphs.v13i3.23791. ISSN 2252-8806.{{cite journal}}: |first6= tidak memiliki |last6=; Kutipan journal memerlukan |journal=; Teks "last6Sabilla" diabaikan; line feed karakter dalam |title= pada posisi 53Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Banjarnahor, Rifanny; Nasution, Tetty Aman; Tandean, Steven; Bihar, Syamsul (Juli 2024). "Effectiveness of Etanol Extract Bajakah Wood (Spatholobus sp.)on the Growth of Staphylococcusaureus ATCC 25923". 5 (1): 1–6. doi:https://doi.org/10.14710/dimj.v5i1.21598. ISSN 2745-5815.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  4. Sichaem, Jirapast; Ruksilp, Thanatip; Sawasdee, Pattara; Khumkratok, Suttira; Tip-pyang, Santi (2018-03-01). "Chemical Constituents of the Stems of Spatholobus parviflorus and Their Cholinesterase Inhibitory Activity". Chemistry of Natural Compounds (dalam bahasa Inggris). 54 (2): 356–357. doi:10.1007/s10600-018-2344-9. ISSN 1573-8388.
  5. "百度百科-验证". baike.baidu.com. Diakses tanggal 2023-11-18.
  6. "Spatholobus Hassk. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-21.
  7. Halodoc, Redaksi. "Bukan Tanaman Mistis, Tanaman Bajakah Bisa Sembuhkan Kanker?". halodoc. Diakses tanggal 2023-11-18.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
  8. Media, Kompas Cyber (2019-08-16). "5 Tanggapan Para Pakar atas Kontroversi Bajakah sebagai Obat Kanker Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-11-18.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan