Jumat, 23 Oktober 2026
20:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Spalasi sinar kosmik

Bagikan:
Nukleosintesis
120px-Wpdms_physics_proton_proton_chain_1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Topik terkait

Spalasi sinar kosmis adalah suatu bentuk fisi nuklir dan nukleosintesis yang muncul secara alami. Spalasi sinar kosmis merujuk pada pembentukan unsur-unsur kimia dari dampak sinar kosmis pada suatu objek. Sinar kosmis adalah partikel bermuatan dan berenergi tinggi dari luar Bumi yang berupa elektron bebas sampai dengan partikel alfa. Ini menyebabkan spalasi ketika sinar kosmis (misalnya proton) bertumbukan dengan materi, termasuk sinar kosmis lainnya. Hasil dari tumbukan ini adalah pelepasan banyak anggota nukleon (proton dan neutron) dari objek yang tertumbuk. Proses ini tidak hanya berlangsung di luar angkasa, tetapi juga di atmosfer bumi bagian atas karena tumbukan sinar kosmis.

Spalasi sinar kosmis menghasilkan beberapa unsur ringan seperti litium dan boron. Proses ini berhasil diamati secara tidak sengaja pada era 1970-an.

Model-model nukleosintesis big bang menganjurkan bahwa jumlah deuterium terlalu banyak untuk tetap konsisten seiring laju perluasan alam semesta dan oleh karenanya terdapat hal penting yang besar di dalam proses yang dapat menghasilkan deuterium setelah terjadinya big bang.

Spalasi sinar kosmis teramati sebagai proses yang mungkin menghasilkan deuterium. Pada gilirannya, spalasi tidak dapat menghasilkan banyak deuterium, dan deuterium ekses di alam semesta dapat dijelaskan dengan mengasumsikan keberadaan materi gelap non-barionik. Bagaimanapun, pengkajian spalasi menunjukkan bahwa spalasi dapat menghasilkan lithium, berilium, dan boron, dan sebenarnya isotop-isotop ini mendominasi inti-inti atom sinar kosmis bila dibandingkan dengan atmosfer matahari (sedangkan H dan He ada dalam perbandingan primordial di dalam sinar kosmis).

Isotop-isotop aluminum, karbon (karbon-14), tritium, klor, yodium, dan neon, juga terbentuk melalui spalasi sinar kosmis.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan