Jumat, 16 Oktober 2026
01:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Solusi berbasis alam

Bagikan:

Solusi berbasis alam (nature-based solutions atau nature-based systems, NBS atau NbS) mendeskripsikan perkembangan dan penggunaan alam (keanekaragaman hayati) dan proses-proses alami untuk menangani beragam masalah lingkungan dan masalah sosial.[1] Isu-isu tersebut dapat mencakup mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, isu-isu keamanan manusia seperti keamanan air dan keamanan makanan, serta mitigasi bencana.[2] Tujuan dari hal ini adalah ekosistem yang tangguh (baik alami, dikelola maupun dibuat oleh manusia) memberi solusi untuk kebaikan baik masyarakat dan keanekaragaman hayati.[3] 2019 UN Climate Action Summit menyorot solusi berbasis alam sebagai sebuah metode efektif untuk menangkal perubahan iklim.[4] Contohnya, solusi berbassi alam untuk adaptasi perubahan iklim dapat mencakup pengendalian banjir alami, mengelola wilayah pesisir dan memberi pendinginan lokal.[5]: 310 

Referensi

  1. ↑ Girardin, Cécile A. J.; Jenkins, Stuart; Seddon, Nathalie; Allen, Myles; Lewis, Simon L.; Wheeler, Charlotte E.; Griscom, Bronson W.; Malhi, Yadvinder (2021). "Nature-based solutions can help cool the planet — if we act now". Nature. 593 (7858): 191–194. Bibcode:2021Natur.593..191G. doi:10.1038/d41586-021-01241-2. PMID 33981055.
  2. ↑ Debele, S. E.; Leo, L. S.; Kumar, P.; Sahani, J.; Ommer, J.; Bucchignani, E.; Vranić, S.; Kalas, M.; Amirzada, Z.; Pavlova, I.; Shah, M. A. R.; Gonzalez-Ollauri, A.; Di Sabatino, S. (2023). "Nature-based solutions can help reduce the impact of natural hazards: A global analysis of NBS case studies". Science of the Total Environment (dalam bahasa Inggris). 902: 165824. Bibcode:2023ScTEn.90265824D. doi:10.1016/j.scitotenv.2023.165824. hdl:11585/953217. PMID 37527720.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  3. ↑ Eggermont, Hilde; Balian, Estelle; Azevedo, José Manuel N.; Beumer, Victor; Brodin, Tomas; Claudet, Joachim; Fady, Bruno; Grube, Martin; Keune, Hans (2015). "Nature-based Solutions: New Influence for Environmental Management and Research in Europe" (PDF). Gaia - Ecological Perspectives for Science and Society (dalam bahasa Inggris). 24 (4): 243–248. doi:10.14512/gaia.24.4.9. S2CID 53518417. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 7 Mei 2020. Diakses tanggal 24 Mei 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Environment, U. N. (2019). "Nature-Based Solutions for Climate". UNEP - UN Environment Programme (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-11.
  5. ↑ Parmesan, C., M.D. Morecroft, Y. Trisurat, R. Adrian, G.Z. Anshari, A. Arneth, Q. Gao, P. Gonzalez, R. Harris, J. Price, N. Stevens, and G.H. Talukdarr, 2022: Chapter 2: Terrestrial and Freshwater Ecosystems and Their Services. In: Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability. Contribution of Working Group II to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [H.-O. Pörtner, D.C. Roberts, M. Tignor, E.S. Poloczanska, K. Mintenbeck, A. Alegría, M. Craig, S. Langsdorf, S. Löschke, V. Möller, A. Okem, B. Rama (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, UK and New York, NY, USA, pp. 197–377, doi:10.1017/9781009325844.004.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan