Sabtu, 31 Oktober 2026
09:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Soetjipto

Bagikan:

Soetjipto (EBI: Sucipto, aksara Jawa ꦱꦸꦕꦶꦥ꧀ꦠ) adalah seorang pengarang dan priayi bersuku Jawa yang dikenal karena naskah autobiografinya yang mengangkat bahasan homoseksualitas. Soetjipto lahir pada tahun 1910 dan tinggal di Jawa Timur, Hindia Belanda. Naskah autobiografinya yang berjudul Djalan Sampoerna dianggap sebagai autobiografi homoseksual pertama di Nusantara. Naskah ini merekam kisah kehidupannya dari tahun 1919 hingga 1927.[1][2]

Kehidupan pribadi

Soetjipto tinggal dan bersekolah di Situbondo, Jawa Timur. Karena pertengkaran dalam keluarga, ia keluar dari rumah dan menggelandang di Surabaya. Ia menjadi pekerja seks khusus untuk laki-laki. Ia kemudian sangat pemilih dalam hal bersosialisasi. Ia memilih tidak bersosialisasi sama sekali dengan laki-laki heteroseksual dan bahkan juga menghindari bersosialisasi dengan sesama pekerja seks untuk laki-laki tetapi sebenarnya heteroseksual. Ia juga menghindari laki-laki homoseksual yang bertingkah seperti perempuan karena dianggap terlalu kentara.[1]

Pemikiran

Seksualitas

Meskipun tidak pernah menyebutkan kata gay sama sekali, lantaran bahasa yang digunakan saat itu belum mengenal kata tersebut, Soetjipto telah menggambarkan narasi homoseksualitas yang masih berkaitan dengan keadaan masa kini. Ia membagi kaum laki-laki ke dalam beberapa kelompok, yaitu:[1]

  • Laki-laki yang menyukai perempuan (laki-laki heteroseks)
  • Laki-laki yang menyukai laki-laki (laki-laki homoseks)
  • Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki lain karena dibayar, meskipun dia sebenarnya menyukai perempuan (pelacur laki-laki)
  • Laki-laki yang bertingkah seperti perempuan dan menyukai laki-laki (laki-laki banci homoseks)

Lihat juga

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Boellstorff, Tom (2005-11-06). The Gay Archipelago: Sexuality and Nation in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. ISBN 978-0-691-12334-9.
  2. ↑ nuning (2009-06-18). "Homoseksualitas Indonesia di Persimpangan "Djalan Sampoerna"". KUNCI Study Forum & Collective (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-12-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan