Senin, 19 Oktober 2026
22:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Soeta Ono

Soeta Ono

Bagikan:
Soeta Ono
250px-Tam%27mak_Mas.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tam'mak Mas, tempat bersemayam abu jenazah Soeta Ono
LahirAboe
1822
Telang, Siong, Tanah Kerajaan Banjar
Meninggal27 April 1894(1894-04-27) (umur 71–72)
Belanda Telang Siong, Hindia Belanda
AyahSuma
IbuKalimah anak Soeta Wana [1]
AgamaKaharingan
250px-Kesultanan_Banjar_1826-1860.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Setelah ditaklukan Belanda pada masa Sultan Adam, wilayah terakhir Kesultanan Banjar 1826-1860, dibagi dua wilayah regent (adipati) yang dilantik Belanda yaitu Martapoera dan Amonthaij. Wilayah Barito Timur terdiri atas Distrik Sihoeng (dikepalai Soeta Ono) dan Distrik Patteij (dikepalai Toemenggoeng Djaja Kartie) termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Radhen Adipati Danoe Redjo regent der­ afdeeling Amonthaij.

Aboe[2] bergelar Sota Ono[3][4] atau Soeta Ono[5][6][7][8][9] atau Soeto Ono (ejaan Jawa)[10][11][12][13][14][15] adalah seorang kepala distrk Sihoeng Paju Epat keturunan Raja Nanserunai[16] terakhir. Soeta Ono lahir di Telang Siong sekitar tahun 1822 dan meninggal pada 27 April 1894, dengan nama panggilan Abu. Kakek Soeta Ono dari pihak ibunya adalah seorang kepala suku Paju Epat yang sangat berpengaruh yaitu Suta Wana.[17] Dari kakeknya Suta Wana lah Soeta Ono mendapat tongkat jabatan menjadi kepala suku Dayak Maanyan di Paju Epat.[17]

Karier

Dari Kerajaan Belanda SOETA ONO mendapat jabatan sebagai Kepala Adat/ Kepala Landschap Siong/Padju IV, Patai dan Barito, Kepala District Dusun Timur dengan pemerintahan sendiri (Zelfbestuur). Namun, oleh karena sesuatu sebab yang tidak mengizinkan maka SOETA ONO hanya meminta District Dusun Timur saja atau dari sungai Paminggir sampai ke sungai Ajuh saja. Diarsipkan 2016-09-14 di Wayback Machine

Disamping menjadi Kepala District, SOETA ONO / SOETA-ONA juga menerima tugas berperang kesana kemari.[18][19][20][21]

Pada tahun 1875 SOETA ONO meminta berhenti dengan hormat sebagai Kepala District dari Kerajaan Belanda. Diarsipkan 2016-09-14 di Wayback Machine

Pemakaman

Soeta Ono meninggal pada 27 April 1894 dan dimakamkan secara kremasi menggunakan adat Maanyan Padju Epat. Masyarakat Telang Siong menyebut makamnya dengan sebutan Tam'mak Mas (tambak= peti kubur berkaki dua; kariring= peti kubur berkaki satu). Makamnya berada di dalam sebuah rumah kecil yang berada di belakang Lewu Hante. Diarsipkan 2016-09-14 di Wayback Machine

Silsilah Suta Ono (Aboe)

♂ Uria Napulangit

↓ (berputra)

♂ Petinggi Baris

↓ (berputri)

♀ Halimah

↓ (berputra)

♂ Mangku Jaya

↓ (berputra)

♂ Suta Wana

↓ (berputri)

♀ Kalimah = ♂ Suma

↓ (berputra)

♂ Suta Ono (Aboe)

↓ (berputra)

1. ♂ Gasan
/Gesak gelar Raden Soetang Negara[2]
2. ♂ Goentik, Districtshoofden Oost Doesoen[22]
3. Manei
4. ♂ Gaman
5. Badowo
6. Mujan
[23]

Silsilah Mantir (Kepala Adat) Desa Telang

Silsilah Mantir (Kepala Adat) Desa Telang

  1. Uria Napulangit
  2. Petinggi Awang
  3. Petinggi Baris - anak Uria Napulangit (no. 1)
  4. Singa Uda Busut (orang Kahayan)
  5. Petinggi Tabing Baya
  6. Petinggi Walek
  7. Damang Tangah
  8. Sinu Ganti
  9. Sinu Pati
  10. Mangku Jaya - anak Halimah anak Petinggi Baris (no. 2)
  11. Suta Wana - anak Mangku Jaya (no. 10)
  12. Suta Ono - anak Kalimah anak Suta Wana (no. 11)
  13. Raden Tuha
  14. Kyai Goentik - anak Suta Ono (no. 12)
  15. Demang Gaman - anak Suta Ono (no. 12)
  16. Biring tungkut (Kakah Durisah)
  17. Under Bahar
  18. Pa Bakir
  19. Paningsi Padangka

Catatan kaki

  1. ↑ http://hadi-saputra-miter.blogspot.com/2012/04/sota-ono-pahlawan-ataukah-kaki-tangan.html
  2. 1 2 Koloniaal tijdschrift (dalam bahasa Belanda). Vol. 17. Dutch East Indies. 1928. hlm. 337.
  3. ↑ Goeje, C.H. de (1878). Een bezoek aan Sota-Ono in de Dajak-landen (dalam bahasa Belanda). De Graaff.
  4. ↑ Koentjaraningrat, Koentjaraningrat (1967). Villages in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Equinox Publishing. hlm. 111.
  5. ↑ Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia), Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia) (1860). Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap (dalam bahasa Belanda). Vol. 9. Lange. hlm. 146.
  6. ↑ van Rees, Willem Adriaan (1865). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863 (dalam bahasa Belanda). Vol. 1. D. A. Thieme. hlm. 73.
  7. ↑ van Rees, Willem Adriaan (1865). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863 (dalam bahasa Belanda). Vol. 2. D. A. Thieme. hlm. 11.
  8. ↑ Le Rutte, J. M. C. E. (1863). Episode uit den Banjermasingschen oorlog (dalam bahasa Belanda). A.W. Sythoff. hlm. 95.
  9. ↑ (1863)Geneeskundig tijdschrift voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Vol. 10–11. hlm. 545.
  10. ↑ Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar (dalam bahasa Belanda). Vol. 35. Lands Drukkery. hlm. 136.
  11. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 37. Lands Drukkery. hlm. 146.
  12. ↑ Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 41. Lands Drukkery. hlm. 146.
  13. ↑ Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar (dalam bahasa Belanda). Vol. 43. Lands Drukkery. hlm. 179.
  14. ↑ Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar (dalam bahasa Belanda). Vol. 44. Lands Drukkery. hlm. 196.
  15. ↑ van Rees, Willem Adriaan (1867). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: met portretten, platen en een terreinkaart (dalam bahasa Belanda). Vol. 1–2. D. A. Thieme. hlm. 112.
  16. ↑ humabetang (2013-02-16). "Kerajaan NanSarunai". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-14. Diakses tanggal 2016-09-06.
  17. 1 2 humabetang (2016-08-02). "SOETA ONO (Abu)". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-14. Diakses tanggal 2016-09-06.
  18. ↑ J. M. C. E. le RUTTE (1861). De Expeditie naar Montallat, zuid- en ooster afdeeling van Borneo (dalam bahasa Belanda).
  19. ↑ J. M. C. E. le RUTTE (1863). Episode uit den Banjermasingschen oorlog (dalam bahasa Belanda). A.W. Sythoff.
  20. ↑ Jean Marine Charles Edoeard Le Rütte (1863). Expeditie tegen de versterking van Pangeran Antasarie gelegen aan de Montallatrivier: beschrijving der versterking te Goenong Tongka, na de inname : aantekeningen omtrent Pangeran Hijdaijat, benevens eene naamlijst der officieren van de land- en zeemagt met opgave van de oorlogsbodems die aan den strijd hebben deelgenomen tot onderwerping van Pangeran Hijdaijat (dalam bahasa Belanda). Sijthoff.
  21. ↑ G.L.C. Tihon (1862). Tongka, zuid- en oostkust van Borneo (dalam bahasa Belanda). Van Dorp.
  22. ↑ Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Vol. 2. Dutch East Indies. 1898. hlm. 50.
  23. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-14. Diakses tanggal 2016-09-06.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan