Minggu, 01 November 2026
04:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Soebronto Laras

Bagikan:

Soebronto Laras (5 Oktober 1943 – 20 September 2023) adalah seorang pembalap sekaligus mekanik. Soebronto Laras sering dikenal sebagai Yonto anak dari R. Moerdono importir mobil Citroen, Tempo, dan Combi sejak 1949. Sejak kecil Yonto telah tertarik dengan kegiatan bengkel, hingga dirinya telah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Indohero Steel & Engineering Co., dan PT Indo Mobil Utama sebagai perakit motor dan mobil Suzuki.[1] Dia menjabat sebagai Presiden Komisaris Indomobil Group dan Suzuki Indomobil Motor hingga tutup usia.

Latar Belakang

Soebronto Laras merupakan anak kedua R. Moerdono dari empat bersaudara. Ia dilahirkan pada tanggal 5 Oktober 1943 di Jakarta, dengan status agama Islam. Pada masa remaja Yonto pernah menjadi pembalap motor, bersama dengan Tinton Soeprapto. Latar belakang pendidikan Soebronto Laras yakni Sekolah Dasar Cikini, Jakarta (1958); Sekolah Menengah Pertama Cikini, Jakarta (1961); Sekolah Menengah Atas Harapan Kita, Jakarta (1964); Paisley College, London, Inggris (1965); London College, Inggris (1965).[1]

Karier

Sejak kecil Yonto (panggilan Soebroto) sudah tertarik dengan kegiatan bengkel, hal ini didukung dari latar belakang keluarga yang berkecimpung di dunia otomotif. Setamat SMA, 1964 ia melanjutkan studi rekayasa mesin di Paisley College for Technology, Inggris. Kemudian melanjutkan di Hendon College for Business Management di negeri yang sama. Selama berdomisili di London, Yonto akrab bergaul dengan Roesmin Noerdjadin (Menteri Perhubungan), dan Benny Moerdani (Pangab).[1]

Setelah menyelesaikan studi di London pada 1972, anak kedua dari empat bersaudara ini berkenalan dengan Atang Latief, pemilik Bank Indonesia Raya. Bahkan ia menjadi orang kepercayaan Atang.[1]

Karier pertamanya sebagai Direktur PT. First Chemical Industry, yang bergerak dalam bidang formika, alat-alat plastik, dan perakitan kalkulator. Empat Tahun Kemudian ia menjadi Direktur Utama perusahaan perakitan motor mobil suzuki.[1]

Perusahaan yang diembannya hampir bangkrut, namun dirinya tetap berusaha hingga saat ini perusahaannya bisa berdiri megah dengan omzet pertahun Rp 150 miliyar dan aset Rp 90 miliyar. Sejak 1981 bisnisnya bertambah kuat dengan masuknya grup Liem Sioe Liong. Pada 1984, ia menjadi Direktur Utama (Dirut) PT. National Motors Co. dan PT. Unicor Prima Motor, perakit mobil Mazda, Hino, dan sepeda motor Binter.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan