Kamis, 08 Oktober 2026
10:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Soa-soa ambon

Soa-soa ambon

Bagikan:
Soa-soa ambon
250px-Hydrosaurus_amboinensis_head.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
di Kebun Binatang Houston
250px-Ambon-segelechse-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
H. amboinensis
Nama binomial
Hydrosaurus amboinensis
(Schlosser, 1768)[1]
Artikel takson sembarang

Soa-soa ambon atau kadal air adalah biawak yang mempunyai panjang tubuh ± 34,5 cm.[2] Panjang keseluruhan termasuk bagian ekor 75 cm.[2] Soa-soa berasal dari Indonesia Timur daerah Sulawesi (Latimojong, Tempe, Pampama, Palopo, Makasar, Poso, dan Manado), juga terdapat di Kepulauan Togian, Buton, Ambon, Seram, Bacan, Ternate, Halmahera, Waigeo, Papua, dan Filipina.[1][2][3] Soa-soa juga disebut Amboina sail-finned lizard atau Amboina sailfin lizard[1] (Hydrosaurus amboinensis) [4] merupakan kadal agamid terbesar di dunia, bahkan bisa mencapai panjang 1 meter.[4] Soa-soa adalah binatang yang pandai berenang.[2]

Jenis

Soa-soa ambon termasuk dalam keluarga Agamidae, marga Hydrosaurinae, dan jenis Sauria atau lizard (kadal).[1] Ia masuk dalam sub-sepesies dengan nama umum Sailfin Lizard.[1]

Adapun sinonim nama dari Soa-soa ambon (Nama pemberian Scholosser 1768: Lacerta amboinensis) berdasarkan penemunya adalah sebagai berikut:[1]

  • Lacerta amboinensis—SHAW & NODDER 1799: plate 403
  • Lacerta lophura SHAW 1802: 218
  • Istiurus Amboinensis—CUVIER 1829
  • Lacerta Amboinensis—CUVIER 1831: 131
  • Istiurus Amboinensis—DUMÉRIL & BIBRON 1837: 380
  • Lacerta javanica HORNSTEDT in GRAY 1845: 246 (nom. nud.; fide GRAY 1845)
  • Lophura shawii GRAY 1845: 247 (nom. subst. pro Lacerta amboinensis etc.)
  • Istiurus microlophus BLEEKER 1860
  • Lophura celebensis PETERS 1872: 581
  • Lophura amboinensis—GÜNTHER 1873
  • Lophura amboinensis—BOULENGER 1885: 402
  • Hydrosaurus amboinensis—POCHE 1903: 698
  • Lophura amboinensis—DE ROOIJ 1915: 128
  • Hydrosaurus amboinensis—WERMUTH 1967: 64
  • Hydrosaurus amboinensis—MANTHEY & SCHUSTER 1999: 69

Ciri-ciri fisik

Soa-soa Ambon memiliki kepala kecil dengan moncong panjang dan lubang hidung oval di dekat ujung moncong.[4] Pada kepala dan moncong terdapat semacam punuk berskala besar dan sebagian lagi berskala kecil.[4] Tubuhnya silindris (menyerupai bentuk silinder) dan padat berisi, bagian belakang memiliki tulang lanset besar yang ditutupi dengan sisik kecil.[4] Ada empat tungkai panjang yang berkembang dengan baik; anggota badan bisa mencapai mata atau lubang hidung.[4] Pada jari kaki depan (tangan) dan kaki belakang terdapat sirip kulit.[4] Karakteristik unik kadal bersirip ini adalah ekornya, yang memiliki panjang dua kali lipat dibanding badannya.[4] Pangkal ekor berukuran tebal dan berbentuk bulat, makin ke ujung makin pipih atau rata.[4] Bentuk pipih dari ekor tersebut dapat membantu kadal berenang, ekor sebagai alat mendayung sekaligus pengemudi. Soa-soa memiliki warna cenderung gelap cokelat kehijauan dengan bintik-bintik hitam.[4]

Populasi

Populasi soa-soa Ambon sangat menurun seiring kerusakan lingkungan tinggalnya, mereka juga diburu dan diambil telurnya.[2] Soa-soa ambon termasuk satwa liar yang dilindungi.[2]

Habitat

Soa-soa sambon lazimnya hidup di pohon-pohon yang tumbuh di sekitar aliran sungai atau kolam. Mereka lazimnya hidup di hutan.[2][4] Namun soa-soa Ambon remaja sering kali didapati hidup di parit-parit.[4] Di Filipina, soa-soa sudah punah seiring ketidaknyamanan habitat mereka karena penebangan hutan.[4]

Makanan

Soa-soa Ambon hidup dari makan tanaman, daun-daunan, dan buah-buahan. Soa-soa yang masih remaja biasanya makan biji-bijian.[2] kadal bersirip ini juga makan serangga, tikus, dan kaki seribu.[4] Pada usia remaja makan 60% memangsa (binatang) dan 40% lainya tanaman, sedangkan usia dewasa makan 50% dari memangsa (binatang) dan 50% dari tanaman.[4]

Reproduksi (cara berkembang biak)

Soa-soa ambon mampu hidup mencapai usia 15 tahun atau lebih.[4] Mereka biasanya memiliki 5–9 butir telur, dan hanya sekali bertelur dalam waktu setahun.[4] Telur-telur tersebut membutuhkan waktu sekitar 65 hari untuk menetas.[4]

Perilaku soa-soa

Soa-soa ambon jantan agresif dalam mencari pasangan.[4] Mereka juga bertanding untuk memperebutkan pasangan betinanya.[4] Para pejantan soa-soa biasanya memiliki beberapa kelompok yang terbagi sesuai besar tubuhnya. Yang lebih besar biasanya lebih sukses dalam pertandingan berebut pasangan.[4] Soa-soa ambon betina juga merupakan spesies yang agresif, tetapi mereka agresif dalam hal berebut daerah kekuasaan.[4]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 Hydrosaurus amboinensis, The Reptile Database
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3225
  3. ↑ "Herpwatch.org". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2014-06-01.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Zipcode zoo.com
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan