Jumat, 09 Oktober 2026
06:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Souw Beng Kong

Souw Beng Kong

Bagikan:
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Souw (Su).
Kapitan Souw Beng Kong
蘇鳴崗
250px-Tomb_of_Souw_Beng_Kong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Souw Beng Kong di Jakarta.
Kapitan Cina Batavia pertama
Masa jabatan
1619–1636
PendahuluJabatan baru
PenggantiKapitan Liem Lak Ko
Daerah pemilihanBatavia
Informasi pribadi
Lahir
Meninggal1644 (umur 63–64)
PekerjaanKapitan Cina

Souw Beng Kong, Kapitan Cina (Hanzi sederhana:苏鸣岗; Hanzi tradisional:蘇鳴崗; Pinyin:Sū Mínggǎng; lahir di Tong An, Fujian, Dinasti Ming, 1580 - meninggal di Batavia, Hindia Belanda, 1644[1][2]), atau juga disebut sebagai Bencon di literatur tua Belanda, dulu adalah seorang sekutu VOC dan Kapitan Cina pertama di Batavia, ibu kota Hindia Belanda.[3]

Kehidupan

250px-Jan_Pieterszoon_Coen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jan Pieterszoon Coen, pelindung Souw dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
250px-Andries_Beeckman_-_The_Castle_of_Batavia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panorama Batavia di era Souw oleh Andries Beeckman

Souw Beng Kong lahir di Tong An, Fujian pada tahun 1580 saat Dinasti Ming.[2][3][4] Pada awal abad ke-17, ia telah menjadi pedagang kaya di Banten.[3] Ia lalu ditunjuk oleh Pangeran Ratu, Sultan Banten (1596–1647) sebagai Kapitan Cina Banten.[3] Namun, saat terjadi konflik antara Sultan Banten dan VOC, Souw lebih memihak kepada VOC.[3]

Ia lalu berhubungan baik dengan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda keempat (1587-1629).[3][5] Saat Coen memindahkan kantor pusat Belanda dari Banten ke Jayakarta (kemudian diubah namanya menjadi Batavia) yang baru berhasil ditaklukkan, Coen juga meminta Souw untuk pindah ke Jayakarta.[3][6] Souw memainkan peran penting dalam mengkonsolidasikan kekuasaan Belanda di Batavia dengan membentuk pemukiman migran Cina, dimulai dengan 170 keluarga Cina dari Banten.[3][7][8] VOC lalu menunjuk Souw sebagai Kapitan Cina Batavia dengan kewenangan politik dan hukum atas etnis Tionghoa di Batavia.[3][9]

Sistem Kapitan Cina adalah sebagian dari sistem 'pemerintahan tidak langsung' yang diterapkan oleh Belanda di Hindia Belanda.[10] Jabatan serupa juga dibuat untuk pemimpin dari kelompok etnis lain di Batavia, seperti etnis Bugis, Bali, Makassar, India, dan Pampanga.[10] Hubungan antar etnis pun cukup dekat. Kapitan Souw Beng Kong sendiri tercatat memiliki dua orang istri beretnis Bali.[3]

Selain perannya sebagai Kapitan, Souw Beng Kong juga diberi wewenang untuk mencetak uang koin dan uang kertas serta wewenang untuk memungut pajak judi di Batavia.[3] Ia juga mengembangkan hubungan dagang antara Formosa Belanda (Taiwan) dan Batavia menjelang berakhirnya Dinasti Ming.[3] Pada tahun 1636, Souw mengundurkan diri dari jabatan Kapitan.[11]

Kapitan Souw Beng Kong akhirnya meninggal pada tahun 1644.[3] Sebagaimana yang tertulis di makamnya, yakni Ming dan Jia, Souw adalah seorang loyalis Ming.[5]

Makam

Makam Kapitan Souw Beng Kong adalah salah satu tempat bersejarah tertua di Jakarta, Indonesia.[12] Makam Souw terletak di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat.[12]

Makam Souw pertama kali direstorasi pada masa kepemimpinan Mayor Khouw Kim An (menjabat pada periode 1910-1918 dan 1927-1945), yang juga menambahkan plakat peringatan.[12][13] Setelah beberapa dekade ditelantarkan dan diabaikan, makam Souw direstorasi kembali mulai tahun 2006 hingga 2008 oleh sebuah kelompok yang dipimpin oleh MATAKIN dan Universitas Trisakti.[14]

Wilayah makam Souw Beng Kong pada abad ke-17 awalnya adalah taman dari kediaman Souw Beng Kong. Pada bagian tengah nisan tertulis dua karakter Tionghoa berbunyi Ming dan Jia. Pada batu peringatan di sebelah nisan tersebut barulah tertulis riwayat orang yang dikuburkan dalam bahasa Belanda bertarikh (1619-1640): "Kapitein Souw Beng Kong".

Saat ini, batu nisan Tionghoa makam Beng Kong menyembul di tengah perumahan kumuh yang dibelah Gang Taruna yang sempit di sisi Jalan Pangeran Jayakarta. Sepintas, tidak ada yang istimewa karena tak ubahnya pemakaman Tionghoa yang dirambah menjadi perumahan kumuh. Kondisi makan tersebut nyaris tidak terurus, bahkan pernah suatu waktu di atasnya dijadikan kos-kosan.[15]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) Souw Beng Kong, Kapitan Tionghoa pertama di Jakarta yang melegenda, merdeka. 12-04-2016
  2. 1 2 (Indonesia) Ceng Beng di Makam Souw Beng Kong, kompas. 12-04-2016
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Phoa, Kian Sioe (1956). Sedjarahnja Souw Beng Kong: (tangan-kanannja G.G. Jan Pieterszoon Coen), Phoa Beng Gan (achli pengairan dalam tahun 1648), Oey Tamba Sia (hartawan mati ditiang penggantungan). Djakarta: Reporter. Diakses tanggal 6 April 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gual, Marselinus. Prasetya, Eko (ed.). "Souw Beng Kong, Kapitan Tionghoa pertama di Jakarta yang melegenda". Merdeka.com. Diakses tanggal 2018-11-02.
  5. 1 2 Hoetink, B. (1918). Hikajat Kapitein Souw Beng Kong: kapala bangsa Tionghoa jang pertama di Batavia (1619-1636). Batavia: Lie Tek Long. Diakses tanggal 28 September 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Wenri (2017-04-21). "Nah...Ini Orang Tionghoa yang Melegenda di Jakarta". JPNN.com. Diakses tanggal 2018-11-02.
  7. ↑ "Ceng Beng di Makam Souw Beng Kong". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). 2009-04-16. Diakses tanggal 2018-11-02.
  8. ↑ "Kapiten Souw Beng Kong | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-11-02.
  9. ↑ Rush, James R. (2007). Opium to Java: Revenue Farming and Chinese Enterprise in Colonial Indonesia, 1860-1910 (dalam bahasa Inggris). Equinox Publishing. ISBN 9789793780498. Diakses tanggal 7 April 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Lohanda, Mona (1994). The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942 (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Djambatan. Diakses tanggal 6 April 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Thamrin, Mahandis Yoanata (27 April 2012). "Sepetak Tanah Berkisah tentang Sang Kapitan". National Geographic Indonesia. Diakses tanggal 7 April 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. 1 2 3 Heuken, Adolf (1983). Historical Sites of Jakarta (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Cipta Loka Caraka.
  13. ↑ Wresti, M. Clara (September 8, 2008). "Makam Souw Beng Kong, Situs Sejarah yang Dilupakan - Kompas.com". Kompas Cyber Media (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 September 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Samantha, Gloria (22 Agustus 2011). "Ziarah Kubur Kapiten Souw Beng Kong". National Geographic Indonesia. National Geographic Indonesia. National Geographic Indonesia. Diakses tanggal 27 September 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Makam Souw Beng Kong, Situs Sejarah yang Dilupakan". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). 2008-10-08. Diakses tanggal 2018-11-02.
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Jabatan baru
Kapitan Cina Batavia
1619–1636
Diteruskan oleh:
Kapitan Liem Lak Ko
Kapitein der Chinezen of Batavia
1619–1837
Majoor der Chinezen of Batavia
1837–1945
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan