Senin, 28 September 2026
23:56 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Skala Fitzpatrick

Skala Fitzpatrick

330px-Influence_of_pigmentation_on_skin_cancer_risk.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skala Fitzpatrick dan risiko kanker kulit.[1]

Skala Fitzpatrick (juga disebut sebagai tes perbedaan kulit Fitzpatrick; atau skala fototip Fitzpatrick) adalah skema klasifikasi numerik untuk warna kulit manusia. Metode skala ini dikembangkan pada tahun 1975 oleh Thomas B. Fitzpatrick sebagai cara untuk memperkirakan respons dari berbagai jenis kulit terhadap sinar ultraviolet (UV).[2] Awalnya dikembangkan berdasarkan warna kulit untuk mengukur dosis UVA yang lebih akurat untuk terapi PUVA, dan ketika pengujian awal hanya berdasarkan warna rambut dan mata menghasilkan dosis UVA yang terlalu tinggi untuk beberapa orang, itu diubah menjadi berdasarkan laporan pasien tentang bagaimana kulit mereka merespons sinar matahari; itu juga diperluas ke jenis kulit yang lebih luas.[3][4][5] Skala Fitzpatrick menjadi metode yang diakui untuk penelitian dermatologis dalam pigmentasi kulit manusia.

Daftar berikut menunjukkan enam kategori skala Fitzpatrick sehubungan dengan 36 kategori skala von Luschan yang lebih dahulu ada (dalam tanda kurung):[6][7]

  • Tipe I (skor 0–6) kulit selalu terbakar, tidak bisa menggelap (kulit bulai, putih belak, putih bintik-bintik)
  • Tipe II (skor 7–13) kulit biasanya terbakar, bisa sedikit menggelap (kulit terang, putih bahana)
  • Tipe III (skor 14–20) kadang-kadang luka bakar ringan, menggelap secara merata (kuning langsat, kulit cokelat pucat)
  • Tipe IV (skor 21–27) risiko terbakar sangat minim, mudah menggelap dengan baik (sawo matang, kulit cokelat menengah)
  • Tipe V (skor 28–34) sangat jarang terbakar, sangat mudah menggelap (kulit hitam manis, kulit cokelat perunggu)
  • Tipe VI (skor 35–36) tidak pernah terbakar (Kulit gelap, hitam jangat)

Pengubah emoji

Skala Fitzpatrick juga menjadi dasar warna kulit pada emoji, dengan 5 jenis menurut skala Fitzpatrick (tipe I dan II digabung).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ D'Orazio, John; Jarrett, Stuart; Amaro-Ortiz, Alexandra; Scott, Timothy (7 Juni 2013). "UV Radiation and the Skin". International Journal of Molecular Sciences. 14 (6): 12222–12248. doi:10.3390/ijms140612222. PMC 3709783. PMID 23749111.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Fitzpatrick, T. B. (1975). "Soleil et peau" [Sun and skin]. Journal de Médecine Esthétique (in French) (2): 33–34
  3. ↑ Fitzpatrick, T.B. (1988), "The validity and practicality of sun-reactive skin types i through vi", Archives of Dermatology, 124 (6): 869–871, doi:10.1001/archderm.1988.01670060015008
  4. ↑ Pathak, M. A.; Jimbow, K.; Szabo, G.; Fitzpatrick, T. B. (1976). "Sunlight and melanin pigmentation". In Smith, K. C. (ed.): Photochemical and photobiological reviews, Plenum Press, New York, 1976: 211-239
  5. ↑ Fitzpatrick, T. B. (1986). "Ultraviolet-induced pigmentary changes: Benefits and hazards", Therapeutic Photomedicine, Karger, vol. 15 of "Current Problems in Dermatology", 1986: 25-38
  6. ↑ "The Fitzpatrick Skin Type Classification Scale". Skin Inc. (November 2007). Diakses tanggal 7 Januari 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Fitzpatrick Skin Type" (PDF). Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency. Diakses tanggal 30 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan