Senin, 12 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sisygambis

Sisygambis

Bagikan:
250px-Die_Familie_des_Perserk%C3%B6nigs_Darius_nach_der_Schlacht_bei_Issos_im_Zelt_Alexanders_des_Gro%C3%9Fen_%28Le_Brun%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keluarga Darius di depan Aleksander, oleh Charles le Brun. Sisygambis (berjubah kuning) berlutut di hadapan raja

Sisygambis merupakan ibunda Darius III dari Persia, yang pemerintahannya berakhir pada peperangan Aleksander Agung. Setelah ia ditangkap oleh Aleksander pada Pertempuran Issos, ia menjadi setia padanya, dan Aleksander menyebutnya sebagai "ibu".

Kehidupan awal

Ia mungkin adalah putri Raja Artahsasta II dari Persia, atau mungkin saudaranya Ostanes. Jika yang terakhir, ia menikahi saudaranya sendiri Arsames (sebuah tradisi kuno Kekaisaran Akhemeniyah).[1] Kemungkinan lain adalah bahwa ia adalah putri pemimpin Uxia.[2] Ia melahirkan Darius, Oxyathres, dan mungkin juga Stateira I.[1]

Serangan Aleksander

250px-Sebastiano_Ricci_017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aleksander di tenda keluarga Darius, oleh Sebastiano Ricci

Pada Pertempuran Issos (333 SM), tentara Darius diarahkan dan raja Persia melarikan diri dari lapangan, meninggalkan keluarga besarnya, termasuk ibundanya, istrinya Stateira I, anak-anaknya, dan banyak lagi untuk pengampunan Aleksander. Aleksander menangkap mereka tetapi memperlakukan mereka dengan hormat, di mana banyak penakluk yang lebih rendah akan mengeksekusi mereka. Ketika Aleksander Agung dan Hephaestion (sahaabt terdekat dan mungkin kekasihnya) pergi bersama-sama untuk mengunjungi keluarga kerajaan Persia yang tertangkap, Sisygambis berlutut di depan Hephaestion untuk mengampuni nyawa mereka, yang menganggapnya Aleksander — Hephaestion berperawakan lebih tinggi, dan kedua pria muda itu berpakaian serupa. Ketika ia menyadari kesalahannya, ia sangat malu, tapi Aleksander meyakinkannya dengan kata-kata, "Anda tidak salah, Ibu; orang ini juga Aleksander."[3]

Pada Pertempuran Gaugamela, Sisygambis dan keluarganya ditahan di dalam kereta bagasi di belakang tentara Aleksander. Ketika kavaleri Skinthia berhasil menembus pasukan Aleksander untuk mencapai mereka, ia menolak untuk merayakan apa yang pada mulanya menjadi kemenangan Persia.[1] Quintus Curtius Rufus menginformasikan bahwa Sisygambis tidak akan pernah dapat memaafkan putranya Darius karena telah meninggalkan keluarganya di Issos. Setelah Darius terbunuh tak lama setelah kekalahannya di Gaugamela, Aleksander mengirim jenazahnya kepadanya untuk dimakamkan. Dipanggil untuk meratapi kematiannya, ia dilaporkan mengatakan, Aku hanya memiliki seorang putra [Aleksander] dan ia adalah raja dari seluruh Persia.

Di bawah Aleksander

Ia menikahkan cucunya, Stateira II, kepada Aleksander pada tahun 324 SM, sebuah acara yang merupakan inti dari Pernikahan Susan. Ia ditinggalkan di Susan dengan tutor untuk mengajarinya bahasa Yunani, sementara Aleksander mengejar penaklukannya.[1]

Mendengar kematian Aleksander, Sisygambis mengunci dirinya sendiri di dalam kamarnya dan menolak untuk makan. Ia konon meninggal karena kesedihan dan kelaparan empat hari kemudian.[1]

Peninggalan

Adegan Sisygambis yang keliru berlutut di depan Hephaestion menjadi topik populer di dalam seni Barat, diwakili oleh Charles Le Brun, Paolo Veronese, Justus Sustermans dan banyak lainnya.[4]

Asteroid 823 Sisigambis dinamakn sepertinya.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Waldemar Heckel, Who's Who in the Age of Alexander the Great: Prosopography of Alexander's Empire, John Riley, 2008.
  2. ↑ Bahadori, Ali (2017-03-04). "Achaemenid Empire, Tribal Confederations of Southwestern Persia and Seven Families". Iranian Studies. 50 (2): 173–197. doi:10.1080/00210862.2016.1243986. ISSN 0021-0862.
  3. ↑ John Maxwell O'Brien, Alexander the Great: The Invisible Enemy: A Biography, Routledge, London, 1994, p.58
  4. ↑ James Hall, Dictionary of Subjects and Symbols in Art, Westview Press, Boulder, 1979, p.13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan