Rabu, 30 September 2026
00:07 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Sistitis

Bagikan:

Sistitis adalah peradangan kandung kemih, yaitu organ yang bertanggug jawab mengeluarkan air kemih.[1] Gejala utamanya, meningkatnya frekuensi berkemih, nyeri saat berkemih dan kadang-kadang darah dalam air kemih, intensitasnya bervariasi dari satu orang ke orang yang lain.[1] Sistitis lebih cennderung mengenai wanita.[1] Tanda pertama pada wanita adalah rasa panas, kadang-kadang nyeri seperti disayat pisau saat berkemih, yang perlahan-lahan menjadi nyeri tajam di bagian bawah perut.[1] Saat peradangan menyambar, penderita merasakan sakit punggung yang tidak jelas disertai tidak enak badan.[1]

Sistem perkemihan

Darah adalah sistem transpor tubuh, yang membawa nutrien dan produk buangan.[1] Peran ginjal adalah memilih dan membuang produk yang tidak diinginkan, kemudian mengeluarkannya.[1] Karena darah mengalir melalui ginjal darah dibersihkan dari urea dan produk buangan, selanjutnya dari tubuh.[1] Produk sisa yang cair dikeluarkan oleh ginjal ke ureter.[1] Pada bagian bawah ureter terdapat katup yang memungkinkan aliran kemih ke kandung kemih.[1] Saat kandung kemih penuh, andung kemih melepas kemihnya.[1] Saat individu rileks, katup (sfingter juga rileks, memungkinkan air kemih berjalan ke uretra dan keluar tubuh. kandung kemih selanjutnya akan berkontraksi untuk memuang semua air kemih.[1] Perkemihan seara normal terjadi 4-5 kali sehari, tetapi jarang selama malam hari.[1]

Penyebab sistitis

Sistitis paling sering disebabkan oleh bakteri E.coli (Escherichia coli) yang hidup di usus.[2] Seperti bakteri lain yang hidup di dalam tubuh, bakteri ini tidak membahayakan daerah tersebut.[2] Bahkan bisa bermanfaat.[2] Meskipun demikian, jika E. Coli berpindah ke saluran kemih akan berkembang biak dalam air kemih.[1] Pada wanita, perpindahan ini menimbulkan masalah karena dubur, vagina dan liang uretra letaknya sangat berdekatan.[1] Peradangan akan menyebar dari lubang uretra ke atas, kandung kemih ureter dan ginjal.[1] Jika infeksi mencapai ginjal, disebut pielitis dan jika tidak segara diobati dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal.[1]

Sek dan sistitis

Sistitis kadang-kadang disebut penyakit bulan madu karena banyak wanita terkena penyakit sistitis untuk pertama kalinya saat mereka pertama kali berhubungan seks.[1] Hubungan seks yang sering dapat menyebabkan pradangan jaringan disekitar vagina dan lubang uretra serta membuat bakteri masuk dan menimbulkan infeksi.[1] Jika penis dimasukkan ke vagina sebelum pelumasan cukup banyak, kulit vagina akan luka menimbulkan tempat yang baik untuuk pertumbuhan bakteri.[1]

Perubahan hormon juga merangsang sistitis.[1] Wanita rentan terhadap perubahan hormon pada saat pubertas, kehamilan dan menoupose, serta sesudah histereksomi.[1] Kadang-kadang, metode kontrasepsi tentu menimbulkan sistitis.[1] Beberapa spermisid misalnya, dapat mengiritasi lubang uretra yang sensitif.[1] Efek hormonal pil kadang-kadang bisa memicu sistitis meskipun diketahui bahwa pil dapat menghilangkan sistitis.[1] Sistitis juga disebabkan oleh penyumbatan sistem perkemihan, seperti batu ginjal kista atau penebalan dinding kandung kemih, tetapi masalah ini lebih jarang dan biasanya bisa diperbaiki dengan operasi.[1] Kadang-kadang, anak-anak bisa terkena sistitis sering karena asupan cairan tidak mencukupi.[1] Jika cairan yang diminum sedikit, air kemih menjadi kental, mengakibatkan sensasi panas saa berkemih.[1] Keadaan ini sendiri tidak menimbulkan sistitis, tetapi jika dibiarka tidak diobati, dapat membuat jaringan uretra meradang dan menimbulkan sistitis.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 David Arnot, dkk (2009). Pustaka Kesehtan Populer Saluran Pencernaan, Volume 4. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. hlm. 242.
  2. 1 2 3 "sistitis". Diakses tanggal 18 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan