Senin, 12 Oktober 2026
20:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sistem indra

Sistem indra

Bagikan:
250px-Menschliches_auge.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mata adalah elemen sistem indra.

Sistem indra atau sistem saraf sensorik adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk menerima, mengolah, dan mengirimkan informasi dari lingkungan eksternal maupun internal tubuh ke sistem saraf pusat (SSP). Di dalam sistem indera, terdapat reseptor indra, jalur saraf, dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan indera. Umumnya, sistem indera yang dikenal adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan peraba. Sistem ini melibatkan reseptor sensorik yang tersebar di seluruh tubuh serta neuron sensorik yang membawa sinyal ke otak dan medula spinalis.

Fungsi

Fungsi utama sistem saraf sensorik adalah menerima stimulus dari luar atau dalam tubuh dan mentransmisikannya dalam bentuk impuls saraf ke sistem saraf pusat untuk diproses. Contoh stimulus tersebut meliputi:[1]

  • Rangsangan mekanis (seperti sentuhan dan tekanan)
  • Rangsangan termal (panas atau dingin)
  • Rangsangan kimia (bau, rasa)
  • Rangsangan cahaya (melalui reseptor di retina)

Komponen

Sistem saraf sensorik terdiri atas beberapa komponen utama:[2]

  • Reseptor sensorik – struktur khusus yang mendeteksi stimulus. Contoh: reseptor mekanik, reseptor termal, reseptor nosiseptif (nyeri), dan fotoreseptor.
  • Neuron sensorik (aferen) – membawa informasi dari reseptor ke sistem saraf pusat.
  • Jalur sensorik – lintasan yang dilalui impuls sensorik melalui medula spinalis hingga ke otak.
  • Korteks sensorik – area di otak (khususnya di lobus parietalis) yang bertanggung jawab atas interpretasi sensasi.

Jenis Sensasi

Berikut adalah beberapa jenis sensasi yang diproses oleh sistem saraf sensorik:[3]

  • Sensasi somatik – seperti nyeri, temperatur, sentuhan, dan propriosepsi.
  • Sensasi visceral – berasal dari organ dalam seperti rasa penuh pada kandung kemih atau nyeri pada usus.
  • Sensasi khusus – melibatkan indera seperti penglihatan, pendengaran, pembauan (bau), pencecapan (rasa), dan keseimbangan.

Gangguan

Gangguan pada sistem saraf sensorik dapat menyebabkan berbagai kondisi, seperti:

  • Neuropati perifer – kerusakan pada saraf sensorik perifer yang dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan.
  • Sklerosis multipel – penyakit autoimun yang menyerang mielin dan mengganggu transmisi impuls saraf.
  • Cedera tulang belakang – dapat menyebabkan hilangnya fungsi sensorik di bawah area cedera.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Tortora, Gerard J.; Derrickson, Bryan H. (2017). Principles of Anatomy and Physiology (Edisi 15th). Wiley. ISBN 978-1-119-32940-3.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  2. ↑ Guyton, Arthur C.; Hall, John E. (2020). Textbook of Medical Physiology (Edisi 14th). Elsevier. ISBN 978-0-323-59712-8.
  3. ↑ Purves, Dale (2018). "Neuroscience". Sinauer Associates (Edisi 6th). ISBN 978-1-60535-380-7.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan