Selasa, 03 November 2026
16:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sistem Lindenmayer

Sistem Lindenmayer

bahasa yang dipakai untuk menjelaskan sistem fraktal swamirip (mirip dengan dirinya sendiri)

Bagikan:
500px-Dragon_trees.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pepohonan sistem-L membentuk pola yang ada di alam dengan realistis.

Sistem Lindenmayer atau sistem-L (bahasa Inggris:L-system) adalah sebuah sistem penulisan dan tata bahasa formal. Sistem-L terdiri dari alfabet simbol yang dapat dipakai untuk membuat (1) aturan produksi yang mengembangkan tiap simbol menjadi beberapa simbol, (2) aksioma awal yang menjadi pola dasar, dan (3) cara untuk mengubah dari untaian teks menjadi struktur geometri.[1]

Sistem-L diperkenalkan dan dikembangkan oleh Aristid Lindenmayer, ahli biologi teoretis dan botanis asal Hungaria, pada tahun 1968 di Universitas Utrecht.[1] Lindenmayer menggunakan sistem-L untuk menggambarkan perilaku sel tumbuhan dan memodelkan perkembangan tumbuhan. Sistem-L juga dipakai untuk memodelkan morfologi berbagai organisme[2] dan dapat dipakai untuk membangun fraktal swamirip (mirip dengan dirinya sendiri).

Lihat pula

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan