Senin, 02 November 2026
12:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Sistem fubing

Bagikan:

Sistem fubing (Hanzi:府兵制; Pinyin:fǔbīng zhì; Wade–Giles:fu-ping chih) adalah sistem milisi lokal di Tiongkok dari abad ke 6 hingga 8 M, berasal dari Wei Barat dan kemudian digunakan berturut-turut selama Dinasti Sui dan Dinasti Tang.

Karakteristik

Basis militer Sui dan masal awal Tang menggunakan sistem milisi fubing, pertama kali ditugaskan oleh Wei Barat, di bawah pemerintahan Yuwen Tai. Unit-unit milisi ini juga berfungsi sebagai cadangan, dan dapat dimobilisasi dengan cepat pada saat perang atau jika kondisi politik tidak stabil.

Sistem ini melibatkan jaringan milisi yang ditugaskan pada bidang pertanahan. Pria berusia antara 21 hingga 60 tahun memenuhi syarat sebagai anggota dari milisi ini. Petugas menerima komisi permanen, tetapi pasukan reguler menjalankan tugas di ibu kota provinsi dengan sistem rotasi yang bervariasi berdasarkan jarak tempat tinggal. Mereka yang tinggal 500 li dari ibu kota bertugas selama satu bulan dalam lima bulan, dan mereka yang tinggal lebih dari 2.000 li bertugas selama dua bulan dalam 18 bulan. Ketika tidak bertugas, mereka bertani, tetapi jika terjadi perang, mereka akan dimobilisasi ulang. Sistem ini melengkapi sistem juntian di mana semua rumah tangga diberikan sebidang tanah untuk bercocok tanam. Unit-unit ini kemudian menjadi keluarga militer turun-temurun, dan menyebabkan terbentuknya pemukiman dan komunitas militer yang luas.[1]

Catatan

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan