Senin, 21 September 2026
16:14 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Singijeon

Singijeon

Singijeon
250px-Arrows%2C_Bombs%2C_Rockets%2C_Joseon_%28Choson%29_Dynasty.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Singijeon (atas) dalam berbagai ukuran.
Nama Korea
Hangul
신기전
Hanja
神機箭
Alih AksaraSingijeon
McCune–ReischauerSin'gijŏn

Singijeon (dieja 'sin-gi-jeon'; Hangul: 신기전;Hanja: 神機箭;RR: singijeon;har. panah mesin sakti) adalah senjata artileri Korea berupa anak panah besar dengan bubuk mesiu, pertama kali diciptakan oleh Choe Mu-seon pada tahun 1377 di akhir zaman Dinasti Goryeo pada masa pemerintahan Raja Woo.[1] Selanjutnya senjata ini banyak digunakan pada masa Dinasti Joseon untuk menyerang musuh, terutama para bajak laut Jepang dan suku barbar Jurchen di perbatasan Manchuria.

Desain

250px-Hwacha-Shinkigeon_Style.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Singijeon atau panah mesiu yang dimuat ke dalam suatu Hwacha.

Singijeon merupakan panah dengan kantong bubuk mesiu yang dimasukkan ke dalam lubang-lubang hwacha. Tiap kantong mesiu memiliki sumbu di dasarnya, berlaku sebagai mesin roket. Desain MLRS (Multiple Launch Rocket System) terkini mengikuti singijeon.

Kemampuan

Suatu hwacha dapat menembakkan maksimal 100 singijeon melalui jarak lebih dari 1 km, jarak yang menakjubkan untuk senjata artileri pada zaman itu. Setelah singijeon ditembakkan, beberapa detik kemudian kantong mesiunya meledak saat mengenai sasaran.

Hwacha dan singijeon memberikan suatu keuntungan bagi orang-orang Korea. Pertama-tama, dapat menembakkan panah dengan kecepatan tinggi, yang dapat menggantikan kurangnya pemanah atau meliputi pasukan musuh. Kedua, dapat membuat musuh kalang kabut dan menciutkan daya juangnya.

Namun, kurangnya keakuratan hwacha tergantikan oleh sejumlah besar anak panah yang ditembakkan manual. Kelemahan dalam pemakaian hwacha ialah banyaknya singijeon yang terbuang percuma, sehingga orang-orang Korea enggan memanfaatkannya lagi.

Lihat pula

Referensi

  1. "Gook-bang Gwa-hak Yaun-goo-so". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-30. Diakses tanggal 2009-04-02.

Pranala


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan