Sabtu, 03 Oktober 2026
21:54 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Singarimbun

salah satu marga Batak Karo

Bagikan:

Singarimbun atau Singaribun (Surat Batak Karo: ᯘᯪᯝᯒᯪᯅᯬᯉ᯲; dikenal juga sebagai Peranginangin Singarimbun atau Peranginangin Singaribun) adalah salah satu marga Batak Karo yang termasuk ke dalam induk marga Peranginangin.

Singarimbun merupakan suatu kumpulan orang yang menyebutkan dirinya sebagai Marga yang tinggal di dataran tinggi karo di Bulu Langke sekitar 2 km di atas Mardinding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo.

Singarimbun yang pertama kali diperkirakan ada sekitar tahun 1400 an dan merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit yang pada waktu tahun 1330-an melakukan penyerangan di Kerajaan Aru (Haru) dimana berdasarkan sejarah Pasukan Perang Majapahit dibawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada ternyata tidak dapat mengalahkan Kerjaan Aru/ Haru sehingga mereka ditawan sehingga menjadi Marga Peranginangin yang ditempatkan sekitar Kampung Gajah dan Kampung Singa.

Catatan. Sebagaimana diketahui Mahapatih setelah tahun 1330-an tersebut tidak pernah diberitakan lagi keberadaannya.

Singarimbun setelah meletus Gunung Sinabung sekitar tahun 1500-an (sebelum Belanda menjajah) membentuk kampung di Buluh Langkai dan karena tempatnya sempit dan terjal di lereng Gunung Sinabung maka membuat kampung baru di sebut Mardinding, dan dibentuklah dengan sebutan Kesain Rumah Jahe, Rumah Julu, Rumah Gerga dan Rumah Kurung Manik. Dan berdasarkan letak tanah dan besaran ukuran tanah maka dapat diketahui keturunan Singarimbun tersebut.

Dengan beranak cucunya Singarimbun maka pada tahun 1700-an dibentuk Kutambaru oleh Kangsa Singarimbun dan Raja Nongnong yang sebelumnya diberikan tempat di Mardingding pada Rumah Julu melakukan migrasi oleh Puang Natangsa ke Temberun. Dan dari Mardinding berkembang ke Tanjung Pulo yang sekarang ada disebut Kerangan Singarimbun.

Laki-laki bermarga Singarimbun disebut Tambar Malem sementara Perempuannya disebut Beru Saribu.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Peranginangin Singarimbun/Peranginangin Singaribun, di antaranya adalah:

Lihat juga

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan