Selasa, 20 Oktober 2026
03:11 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Sindrom GLUT1-D

Sindrom GLUT1-D

Bagikan:
Sindrom GLUT1-D
Nama lainpenyakit De Vivo
250px-Autosomal_dominant_-_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyakit De Vivo memiliki pola hereditas dominan autosomal
SpesialisasiGenetika kedokteran Sunting ini di Wikidata

Sindrom GLUT1-D (bahasa Inggris:autosomal dominant GLUT1 deficiency syndrome, GLUT1 deficiency syndrome, De Vivo disease, Blood-brain barrier glucose transport defect, Glucose Transporter type 1 Protein Syndrome, GLUT1-DS) adalah kelainan yang disebabkan karena mutasi pada gen yang mengekspresi transporter glukosa GLUT1,[1] dan memberikan pengaruh pada perkembangan otak[2] disertai penurunan perkembangan tulang kepala (mikrosefalus), keterlambatan perkembangan mental dan aktivitas motorik, spasticity, ataxia, dystonia, dysarthria, opsoclonus dan gejala saraf paroxymal lainnya.[3]

Sindroma GLUT1-D merupakan penyebab distonia tipe 18 dan diskinesia paroksimal dengan kemungkinan komplikasi dengan anemia hemolitik makrositik yang dapat menimbulkan gerakan-gerakan balistik dan choreoathetotic.[4]

Rujukan

  1. ↑ (Inggris) "GLUCOSE TRANSPORT DEFECT, BLOOD-BRAIN BARRIER". Johns Hopkins University. Diakses tanggal 2010-05-02.
  2. ↑ (Inggris) "GLUT1 deficiency syndrome". US National Library of Medicine. Diakses tanggal 2010-05-02.
  3. ↑ (Inggris) "Glucose Transporter Type 1 Deficiency Syndrome". University of Washington, et al; GeneReviews. Diakses tanggal 2010-05-02.
  4. ↑ (Inggris) "Reviewed, UniProtKB/Swiss-Prot P11166 (GTR1_HUMAN)". UniProt. Diakses tanggal 2010-05-02.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan