Minggu, 08 November 2026
17:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Simpetal

Simpetal

Bagikan:
Diagram bunga simpetal
Bunga yang menunjukkan simpetali (daun mahkota menyatu), sebuah karakteristik dari subkelas Sympetalae

Simpetal (daun mahkota yang menyatu) adalah karakteristik bunga yang secara historis digunakan untuk mengklasifikasikan pengelompokan tumbuhan yang disebut Sympetalae, tetapi istilah ini telah ditinggalkan dalam klasifikasi berbasis molekuler yang lebih baru, meskipun pengelompokan tersebut memiliki kemiripan dengan istilah modern asterid.

Sejarah

Bunga Ipomoea purga
Ipomoea purga
Vaccinium corymbosum
Vaccinium corymbosum

Sympetalae Rchb. (1828), yang berarti "dengan daun mahkota yang menyatu", adalah nama botani deskriptif yang digunakan dalam sistem Eichler, sistem Engler, dan sistem Wettstein untuk kelompok tumbuhan berbunga (angiospermae).[1] Dalam kelompok ini, bunga memiliki kelopak dan mahkota yang terpisah dan di mana daun mahkota pada korola tersebut menyatu,[2] setidaknya pada bagian pangkalnya, suatu kondisi yang dikenal sebagai simpetali.[3]

Sebelum klasifikasi filogenetik oleh August Eichler dan penerusnya, kelompok ini berpadanan dengan Gamopetalae dari Bentham dan Hooker, di mana gamopetali merupakan sinonim dari simpetali. Ini adalah salah satu dari tiga divisi dikotil dalam sistem mereka. Dalam Blüthendiagramme karya Eichler, kelas Dicotyleae dibagi menjadi dua subkelas, Sympetalae (diklasifikasikan juga sebagai Metachlamydeae) dan Choripetalae.[4] Adolf Engler dan Karl Prantl juga mencantumkan Sympetalae sebagai divisi dari kelas Dicotyledoneae dalam sistem mereka, Die Natürlichen Pflanzenfamilien, dengan Sympetalae yang terdiri dari famili-famili gamopetal yang memiliki mahkota gamopetal.[5] Alfred Rendle juga mendeskripsikan Sympetalae berasal dari dikotil, dan kemudian membaginya menjadi Pentacyclicae dan Tetracyclicae sesuai dengan jumlah bagian bunga di setiap kelompok, masing-masing empat dan lima.[6]

Menurut Engler dan Prantl, Sympetalae mencakup ordo-ordo berikut: Diapensiales, Ericales, Primulales, Plumbaginales, Ebenales, Contortae, Tubiflorae, Plantaginales, Rubiales, Cucurbitales, dan Campanulatae.[7]

Bunga simpetal ditemukan pada banyak angiospermae, namun kombinasi simpetali dengan "lingkaran benang sari yang isomer dan berseling dengan lobus mahkota, atau jumlah benang sari lebih sedikit daripada lobus mahkota" yang digunakan oleh Takhtajan (1964) untuk mendefinisikan subkelas Asteridae, dan kemudian oleh Cronquist (1981), serta belakangan, berpadanan dengan asterid dalam sistem Angiosperm Phylogeny Group (APG) modern, berdasarkan filogenetik molekuler. Karena simpetali telah muncul secara independen berkali-kali dalam evolusi (homoplasi), karakteristik ini sendiri tidak berguna untuk klasifikasi taksonomi. [8][3]

Contoh

Lihat juga

Wiktionary logo
Lihat entri simpetal di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan