Rabu, 23 September 2026
23:54 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Simpai

Simpai

250px-Sumatran_Surili_Subspecies_Yellow-handed_Mitered_Langur_%28Presbytis_melalophos_melalophos%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lutung Simpai Tangan Kuning (Presbytis melalophos melalophos), subspesies dari Simpai, di Bukit Tapan, Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatra, Indonesia.
Simpai
250px-Presbytis_melalophos_78991441.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Genus: Presbytis
Spesies:
P. melalophos
Nama binomial
Presbytis melalophos
(Raffles, 1821)
250px-Sumatran_Surili_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Combined range black-crested Sumatran langur, black Sumatran langur, black-and-white langur and mitered langur

Simpai (Presbytis melalophos) adalah spesies primata dalam famili Cercopithecidae. Memiliki beberapa sebutan lokal lainnya seperti Chi-cha dan Kera Putih (Lampung).[2] Hewan ini merupakan satwa endemik di pulau Sumatra, Indonesia. Habitat alaminya adalah hutan tropis kering atau subtropis. Hewan ini terancam punah akibat hilangnya habitat.[3] Simpai ditemukan di hutan hujan Semenanjung Malaysia, kepulauan Sumatra mulai dari bagian selatan sampai utara serta Kalimantan bagian Barat (Oates et al., 1994). Berat badan Simpai mencapai 6 kg, memiliki ekor yang panjang dan jantan sedikit lebih berat dibandingkan betina.[4]

Primata ini memiliki 4 sub spesies dengan pola warna yang berbeda mulai dari jingga hingga kelabu gelap. Beraktivitas dalam kawanan kecil dan besar dengan suara khasnya yang melengking dalam berkomunikasi dan merespon ancaman. Menyukai pohon-pohon dengan tajuk yang tinggi untuk mencari makan, makanannya sendiri berupa pucuk daun, buah-buahan, bunga dan biji. Terkadang terlihat dipinggir hutan hingga perkebunan dan segera menghindar jika merasa terancam dengan kehadiran manusia. Merupakan jenis satwa yang dilindungi undang-undang dan berstatus Endangered oleh IUCN.[5]

Ciri-ciri

Secara umum mempunyai ciri khas jambul pada kepalanya yang menyerupai mahkota. Panjang tubuh Simpai jantan dan betina hampir sama, yakni antara 45–49 cm. Berat tubuhnya berkisar antara 5–6 kg. Ciri khas lainnya adalah ukuran ekornya yang panjangnya hingga satu setengah kali panjang tubuh atau sekitar 71 cm. Surili Sumatera ini memiliki keragaman warna bulu antar subspesies. Ada yang berwarna abu-abu, hitam, hingga kecoklatan.[2]

Habitat

Daerah sebaran terbatas di pulau Sumatera. Subspesies P. m melalophos mendiami daerah barat daya Sumatera, mulai sekitar Sungai Rokan bagian selatan hingga Sungai Batanghari, sepanjang Bukit Barisan hingga Lampung. Subspesies P. m mitrata mendiami Sumatera bagian tenggara, mulai dari Lampung bagian utara hingga Sungai Musi, Palembang sebelah barat, dan utara Sungai Batanghari. P. m bicolor mendiami Sumatera barat-tengah. P. m sumatrana mendiami Sumatera Barat, Gunung Talamau, dan Pulau Pini (Kepulauan Batu).[2]

Referensi

  1. Nijman, V.; Setiawan, A.; Traeholt, C.; Manullang, B (2020). "Presbytis melalophos". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39811A17954271. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39811A17954271.en. Diakses tanggal 15 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 3 alamendah (2015-01-17). "Simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos)". Alamendah's Blog. Diakses tanggal 2021-06-05.
  3. Supriatna, Jatna (2008). Melestarikan alam Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm. 24. ISBN 9789794616963. Diakses tanggal (diakses – 7 Feb 2021).{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  4. Wirdateti -; Dahruddin, Hadi (2011). "Perilaku Harian Simpai (Presbytis melalophos) dalam Kandang Penangkaran". Jurnal Veteriner (dalam bahasa Inggris): 136–141. ISSN 2477-5665.
  5. KSDAE, Datin. "Presbytis melalophos | Sumatran surili | Simpai - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2021-06-05.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Presbytis melalophos.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan