Rabu, 28 Oktober 2026
22:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sikatan emas

Sikatan emas

spesies burung

Bagikan:
Sikatan emas
250px-Male_Yellow-rumped_Flycatcher_%28Ficedula_zanthopygia%29_Korea_May_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan dewasa (Korea)
250px-Ficedula_zanthopygia_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina dewasa (Mongolia)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
F. zanthopygia
Nama binomial
Ficedula zanthopygia
(Hay, 1845)[2]
250px-FicedulaZanthopygiaMap.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Area penyebaran (biru)
Sinonim

Xanthopygia tricolor (Hartlaub, 1845)
Muscicapa zanthopygia Hay, 1845

Artikel takson sembarang

Sikatan emas (bahasa Latin:Ficedula zanthopygia) adalah spesies burung dari famili Muscicapidae, dan dari genus Ficedula. Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga dan memiliki habitat di semak dan pepohonan. Sikatan emas tersebar hingga di ketinggian 900 mdpl.

Banyak yang belum mengenal burung berbulu indah dengan suara merdunya ini karena burung ini sering berpindah tempat dan berimigrasi pada musim dingin. Di Indonesia, khususnya bagi para penghobi burung, belum banyak yang mengetahui tentang burung ini. Beberapa penghobi burung yang sudah mendengar suara asli dari burung ini justru memburunya untuk dipelihara, bahkan membelinya dengan harga yang cukup fantastis.

Ciri-ciri

Sikatan emas memiliki tubuh berukuran kecil (13 cm).

Burung jantan: tunggir, tenggorokan, dada, dan perut atas kuning. Perut bawah dan penutup ekor bawah putih. Bagian lain hitam, kecuali alis dan garis sayap putih.

Burung betina: Tubuh bagian atas coklat buram. Tubuh bagian bawah lebih pucat. Tunggir kuning buram. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. Bersembunyi di dalam tajuk pohon.Di Negara Asia Timur sering disebut peri hutan,karena lebih sering terdengar daripada terlihat.

Penyebaran

  • Berbiak: Asia timur laut.
  • Migran: Cina selatan, Asia tenggara, Sunda Besar.

Referensi

  1. ↑ "Ficedula zanthopygia". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. ↑ Hay, Arthur (1845). "[untitled]". Madras Journal of Literature & Science. 13 (2): 162.


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan