Rabu, 28 Oktober 2026
02:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Petanda dan penanda

Petanda dan penanda

konsep dalam ilmu semiotika yang merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan simbol dan penggunaan atau penafsirannya.

Bagikan:
250px-Saussure_Signifie-Signifiant.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram dari Kajian Linguistik Ferdinand de Saussure yang menggambarkan hubungan antara petanda (Signifié) dengan penanda (Signifiant)

Petanda dan Penanda (bahasa Prancis:signifié et signifiant) adalah konsep dalam ilmu semiotika yang merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan simbol dan penggunaan atau penafsirannya.[1] Konsep ini digagas oleh seorang filsuf dan ahli bahasa Swiss yang bernama Ferdinand de Saussure. Di dalam bukunya yang berjudul "Kajian Linguistik", ia menjelaskan bahwa suatu tanda tidak hanya ada dalam bentuk citra bunyi, tetapi juga dalam bentuk pemahaman. Maka dari itu, ia membagi tanda menjadi dua komponen, yaitu penanda (atau "citra bunyi") dan petanda (atau "pemahaman").[2] Menurut Hjelmslev, penanda merupakan sesuatu yang bersifat materialistik (yang bisa diinderakan), sementara petanda adalah konsep pikiran.[3]

Gambar Buku

Penanda adalah lambang bunyi, sedangkan petanda adalah konsep makna dari penanda.[4] Misalnya, konsep untuk menyebut benda seperti gambar di samping kiri berikut.

Penanda atau lambang bunyi dari benda tersebut adalah [buku], sementara itu petanda atau maksud/ makna dari [buku] adalah lembar kertas berjilid yang berisi tulisan ataupun masih kosong.

Suatu tanda hanya dapat dipahami jika hubungan di antara kedua komponen pembentuk tanda ini telah disepakati secara bersama. Saussure menyatakan bahwa makna tanda bergantung pada hubungannya dengan kata-kata lain di dalam suatu sistem. Contohnya, untuk memahami kata "pohon" secara individual, perlu dipahami terlebih dahulu arti dari kata "semak-semak" dan bagaimana keduanya saling berhubungan.[5] Dari perbedaan inilah komunitas berbahasa dapat terbentuk.[6] Namun, perlu diingat bahwa penanda dan maknanya selalu berubah dan ada yang sudah "kedaluwarsa" atau sudah tidak lagi digunakan.

Catatan kaki

  1. ↑ "definition of semiotics". Oxforddictionaries.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-29. Diakses tanggal 18 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Berger, 2012, hlm.2.
  3. ↑ Chandler, 2017, hlm.14.
  4. ↑ 1942-, Chaer, Abdul, (1994). Linguistik umum (Edisi Cet. 1). Jakarta: Rineka Cipta. ISBN 979518587X. OCLC 69141366.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ Chandler, 2002, hlm.18.
  6. ↑ Cobley & Jansz, 1997, hlm.4.

Daftar pustaka

  • Cobley, Paul & Jansz, Litza (1997). Introducing Semiotics, Maryland: National Bookworm Inc.
  • Chandler, Daniel (2017). Semiotics: The Basics, New York: Routledge
  • Berger, Arthur Asa (2012). Media Analysis Techniques. Beverly Hills: Sage Publications
  • Berger, Arthur Asa (2013). Semiotics and Society. Soc, 51 (1), pp. 22–26


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan