Minggu, 18 Oktober 2026
11:17 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Petanda dan penanda

Petanda dan penanda

konsep dalam ilmu semiotika yang merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan simbol dan penggunaan atau penafsirannya.

Bagikan:
250px-Saussure_Signifie-Signifiant.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram dari Kajian Linguistik Ferdinand de Saussure yang menggambarkan hubungan antara petanda (Signifié) dengan penanda (Signifiant)

Petanda dan Penanda (bahasa Prancis:signifié et signifiant) adalah konsep dalam ilmu semiotika yang merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan simbol dan penggunaan atau penafsirannya.[1] Konsep ini digagas oleh seorang filsuf dan ahli bahasa Swiss yang bernama Ferdinand de Saussure. Di dalam bukunya yang berjudul "Kajian Linguistik", ia menjelaskan bahwa suatu tanda tidak hanya ada dalam bentuk citra bunyi, tetapi juga dalam bentuk pemahaman. Maka dari itu, ia membagi tanda menjadi dua komponen, yaitu penanda (atau "citra bunyi") dan petanda (atau "pemahaman").[2] Menurut Hjelmslev, penanda merupakan sesuatu yang bersifat materialistik (yang bisa diinderakan), sementara petanda adalah konsep pikiran.[3]

Gambar Buku

Penanda adalah lambang bunyi, sedangkan petanda adalah konsep makna dari penanda.[4] Misalnya, konsep untuk menyebut benda seperti gambar di samping kiri berikut.

Penanda atau lambang bunyi dari benda tersebut adalah [buku], sementara itu petanda atau maksud/ makna dari [buku] adalah lembar kertas berjilid yang berisi tulisan ataupun masih kosong.

Suatu tanda hanya dapat dipahami jika hubungan di antara kedua komponen pembentuk tanda ini telah disepakati secara bersama. Saussure menyatakan bahwa makna tanda bergantung pada hubungannya dengan kata-kata lain di dalam suatu sistem. Contohnya, untuk memahami kata "pohon" secara individual, perlu dipahami terlebih dahulu arti dari kata "semak-semak" dan bagaimana keduanya saling berhubungan.[5] Dari perbedaan inilah komunitas berbahasa dapat terbentuk.[6] Namun, perlu diingat bahwa penanda dan maknanya selalu berubah dan ada yang sudah "kedaluwarsa" atau sudah tidak lagi digunakan.

Catatan kaki

  1. ↑ "definition of semiotics". Oxforddictionaries.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-29. Diakses tanggal 18 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Berger, 2012, hlm.2.
  3. ↑ Chandler, 2017, hlm.14.
  4. ↑ 1942-, Chaer, Abdul, (1994). Linguistik umum (Edisi Cet. 1). Jakarta: Rineka Cipta. ISBN 979518587X. OCLC 69141366.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ Chandler, 2002, hlm.18.
  6. ↑ Cobley & Jansz, 1997, hlm.4.

Daftar pustaka

  • Cobley, Paul & Jansz, Litza (1997). Introducing Semiotics, Maryland: National Bookworm Inc.
  • Chandler, Daniel (2017). Semiotics: The Basics, New York: Routledge
  • Berger, Arthur Asa (2012). Media Analysis Techniques. Beverly Hills: Sage Publications
  • Berger, Arthur Asa (2013). Semiotics and Society. Soc, 51 (1), pp. 22–26


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan