Kamis, 08 Oktober 2026
06:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Sic et non

Bagikan:

Sic et non (ya dan tidak) adalah judul buku karangan Petrus Abelardus yang diterbitkan pada tahun 1122.[1] Buku ini memuat kumpulan 158 pernyataan Bapa Gereja yang ia anggap saling bertentangan seputar persoalan iman, sakramen, dan cinta.[2] Di dalam buku ini terdapat lebih dari 1.800 kutipan.[2] Dikatakan bahwa terdapat satu otoritas yang berkata ”ya”, sedangkan yang lain mengatakan “tidak” sehingga dianggapnya sulit untuk mendamaikan segala pertentangan yang ada.[2] Abelardus mengumpulkan teks-teks yang dipandangnya bertentangan di dalam Alkitab untuk latihan logika bagi mahasiswanya.[1] Menurut Wellem, daya tarik buku ini adalah Abelardus memperlihatkan bahwa kunci ilmu adalah keragu-raguan sehingga orang didorong untuk mengadakan penyelidikan oleh keragu-raguan dan pada gilirannya kebenaran ditemukan.[1]

Tujuan Petrus Abelardus tidaklah bermaksud untuk mendiskreditkan pihak satu dan melawan pihak yang lain.[3] Namun, menurut Justo L. Gonzales, Abelardus bermaksud untuk menunjukkan bahwa teologi tidak harus merasa puas dengan mengutip otoritas.[3] Baginya, hal ini diperlukan untuk menemukan jalan untuk mendamaikan pihak yang bertentangan.[3] Skolastisisme menggunakan metode ini dan menjadi ciri khas kaum Skolastik, yaitu dengan mengajukan pertanyaan kemudian mengutip otoritas yang mendukung sebuah jawaban dan otoritas lainnya untuk bisa lebih menyokong sebuah jawaban.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 F.D.Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.[halaman dibutuhkan]
  2. 1 2 3 Simon Petrus Tjahjadi. Petualangan Intelektual. yogjakarta: Kanisius, 2004.[halaman dibutuhkan]
  3. 1 2 3 4 Justo L. Gonzalez. The Story of Christianity.vol 1: The Early Church to the Dawn of the Reformation. New York: HarperCollins, 1984.[halaman dibutuhkan]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan