Rabu, 04 November 2026
05:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Si Pahit Lidah

Bagikan:

Si Pahit Lidah merupakan cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatera Selatan, Kabupaten Kaur. Cerita rakyat ini menceritakan tentang tokoh masyarakat yang terkenal yaitu Serunting Sakti.[1] Dia terkenal dengan kesaktian dan kebaikannya di masyarakat setempat. Panggilan yang diberikan kepadanya diambil dari sifatnya yang jarang mengeluarkan suaranya. Faktor yang memengaruhi dia jarang berbicara karena setiap kata yang diucapkannya dapat berdampak bagi orang sekitarnya yang akan menjadi kenyataan.

Kisah si pahit lidah sendiri memiliki dua versi dalam ceritanya. Pada versi pertama yaitu kisah tentang si pahit lidah bersama istri dan adik iparnya yang mengalami perselisihan.

Referensi

  1. ↑ Chaniago, Dr Daniel (2014). "Warisan Budaya Tak Benda" (PDF). https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/50/Warisan_budaya_tak_benda_di_Propinsi_Bengkulu_dan_Sumatera_Selatan.pdf. Diakses tanggal 10 Agustus 2024.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan