Minggu, 25 Oktober 2026
07:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Si Kerudung Merah

Bagikan:

Si Kerudung Merah adalah teks naratif yang juga dikenal sebagai Si Kerudung Merah dan Sang Serigala atau Si Tudung Merah adalah imajinasi dongeng dari Prancis [1] tentang seorang gadis kecil dan serigala besar yang jahat. Cerita ini telah berubah beberapa kali dalam sejarah dan isinya telah diadaptasi untuk mengikuti perkembangan zaman. Cerita ini pertama kali dipublikasikan oleh Charles Perrault.[2]

Daniel & Rifa

250px-Little_Red_Riding_Hood_-_Project_Gutenberg_etext_19993.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Si Kerudung Merah, diilustrasikan dalam sebuah cerita pada tahun 1927

Cerita ini berkisah tentang seorang gadis bernama Kerudung Merah, yang mengenakan kerudung/jubah merah (di dongeng Perrault) atau topi sederhana (dalam versi Grimms' disebut topi merah kecil). Gadis itu berjalan melalui hutan untuk memberikan makanan kepada neneknya yang sedang sakit (jus anggur dan roti pisang).

Seekor serigala ingin memakan gadis itu, dan roti pisang dalam keranjang, tetapi takut dengan anjing kecil yang dibawanya. Serigala itu mendekati si Kerudung Merah dan bertanya ke mana gadis itu pergi. Dia menyarankan gadis itu untuk memilih beberapa bunga. Sementara itu, serigala pergi ke rumah nenek dan berhasil masuk dengan berpura-pura menjadi gadis itu. Dia menelan seluruh tubuh nenek, (dalam beberapa cerita, dia mengunci nenek di dalam lemari), dan menunggu gadis itu dengan menyamar sebagai nenek.

Ketika gadis itu tiba, dia melihat neneknya terlihat sangat aneh. Si Kerudung Merah kemudian berkata, "Telinga Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa mendengar suaramu lebih jelas", jawab serigala), "Tapi, Nek, mata Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa melihatmu lebih jelas", jawab serigala), "Tapi Nek tangan Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa memelukmu dengan erat", jawab serigala) dan terakhir "Tapi Nek mulutmu besar sekali!" ("Supaya aku dengan gampang memakanmu!", jawab serigala). Serigala langsung melompat dari tempat tidur dan menelan si Kerudung Merah, kemudian tertidur lelap.

Seorang penebang pohon (dalam Grimm Brothers, dan dalam tradisi Jerman seorang pemburu), datang untuk menyelamatkan mereka dan membuka perut serigala yang masih tertidur dengan kapaknya. Si Kerudung Merah dan neneknya keluar tanpa terluka. Lalu mereka mengisi tubuh serigala dengan batu-batu berat. Serigala terbangun dan mencoba melarikan diri, tetapi batu-batu itu menyebabkan dia ambruk dan mati.[3]

Referensi

  1. ↑ Jacques Berlioz, Il faut sauver Le petit chaperon rouge. Les Collections de L'Histoire (2007) n°36, p63
  2. ↑ Bottigheimer, Ruth. (2008). "Before Contes du temps passe (1697): Charles Perrault's Griselidis, Souhaits and Peau". The Romantic Review, Volume 99, Number 3. pp. 175-189
  3. ↑ Spurgeon, Maureen (1990). Red Riding Hood. England: Brown Watson. ISBN 0709706928.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Little Red Riding Hood.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan