Selasa, 03 November 2026
18:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Sholeh Iskandar

politisi Indonesia

Bagikan:

Kiai Haji Sholeh Iskandar (22 Juni 1922 – 22 April 1992)[1][2] adalah ulama Indonesia yang memimpin Yayasan Pesantren Pertanian Darul Falah.

Sholeh menamatkan pendidikannya di Isamawiyah Ittihadul Islamiyah di Sukabumi tahun 1932 dan Aliyah Ittihadul Islamiyah tahun 1941. Sebelum memimpin Pesantren Darul Falah, ia merupakan pengurus legiun veteran. Ia pernah menjadi Komandan Yon IV, Brigade Tirtayasa Divisi Siliwangi (1947-1950), Ketua Persatuan Bekas Anggota Tentara (1950-1954) dan Wakil Ketua MB Legiun Veteran RI (1958-1960). Ia keluar dari dinas ketentaraan pada tahun 1950 dengan pangkat terakhir sebagai Mayor.[3]

Sholeh mengetuai Pesantren Darul Falah mulai tahun 1961. Ia mendapatkan dukungan dari K.H. Abdul Gaffar Ismail, mubalig Pekalongan. Di pesantren tersebut, pelajaran agamanya hanya 30%, sisanya pelajaran pertanian, keterampilan, dan mata pelajaran umum lain.[3]

Selain mengurus Pesantren Darul Falah, Sholeh pernah menjadi Ketua Yayasan Pembina Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, pada tahun 1970-1983. Ia menikah dengan Rohani dan dikaruniai delapan orang anak.[3]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan