Selasa, 22 September 2026
00:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Shōchū

Shōchū

jenis minuman beralkohol

Untuk nama zaman di Jepang (1324-1325), lihat Shōchū (nama zaman)
Shōchū
250px-Shochu_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisMinuman keras dan soju & shōchū (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AsalJepang Suntingan nilai di Wikidata
Komposisiberas, barley (en) Terjemahkan dan sweet potato (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Shochu (焼酎, Shōchū) adalah sebutan untuk minuman keras asal Jepang yang kandungan alkoholnya lebih tinggi dari sake atau anggur, tetapi lebih rendah dari wiski.

Rasa dan aroma shochu sangat berbeda dari sake yang dibuat dari beras, karena bahan baku shochu adalah campuran berbagai jenis produk pertanian dan umbi. Shochu adalah minuman keras hasil penyulingan dan berbeda dari sake yang merupakan hasil peragian.

Di Jepang, shochu merupakan minuman keras yang populer sejak dulu di kalangan rakyat, karena harganya lebih murah daripada sake. Shochu dikenakan pajak minuman keras yang lebih rendah, sehingga bisa dijual dengan harga lebih murah. Kyushu menghasilkan merek-merek shochu terkenal di Jepang.

Minuman keras disebut shochu kalau memenuhi syarat:

  • Tidak menggunakan bahan baku dari serealia yang bisa berkecambah
  • Tidak disaring melewati arang yang dibuat dari kayu pohon shirakaba
  • Sewaktu proses penyulingan tidak dicampur bahan tambahan lain selain bahan-bahan yang sudah ditentukan
  • Kandungan alkohol berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

Sejarah

250px-Shochu-rakugaki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Corat-coret seorang pekerja yang kesal tidak ditraktir minum shochu

Di Jepang dulunya dikenal minuman keras beralkohol sangat tinggi yang disebut araki (dikenal di Asia Timur sebagai arak atau arac), dan minuman keras hasil penyulingan yang disebut rambiki (Alambique).

Literatur Jepang yang menyebut tentang shochu sangat terbatas jumlahnya, tetapi paling tidak shochu sudah dibuat sekitar abad ke-16. Pada tahun 1549, misionaris Fransisco Xavier yang mendarat di Provinsi Satsuma mencatat bahwa orang Jepang sudah menikmati minuman keras beralkohol tinggi hasil penyulingan. Di panel kayu yang terdapat di kuil Kōriyama Hachimangū, kota Ōkuchi, Prefektur Kagoshima ditemukan corat-coret seorang tukang kayu sewaktu memugar kuil pada tahun 1559 yang isinya kurang lebih berbunyi, "Biksu kepala pelit, mentraktir shochu saja tidak mau". Tulisan bernada mengomel ini merupakan catatan tertua yang tersisa mengenai kebiasaan minum shochu di Jepang.[1]

Hingga di zaman Edo, shochu diproduksi menggunakan metode kasutori dengan satu kali penyaringan. Di zaman Meiji, mesin penyuling yang bisa melakukan penyulingan berkali-kali didatangkan dari Inggris. Dengan mesin baru, shochu bisa diproduksi secara besar-besaran dengan harga murah, padahal waktu itu Jepang sedang kekurangan beras.

Referensi

  1. "Corat-coret di kuil Kōriyama Hachimangū". Diakses tanggal 21 Januari.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik minuman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan