Jumat, 16 Oktober 2026
00:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Shah-Armen

Shah-Armen

Bagikan:
250px-Shaddadid.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Beylik Shah-Armen ( )

Shah-Armen[1][2] (secara harfiah berarti 'Raja-raja Armenia', bahasa Turki:Ermenşahlar), juga dikenal sebagai Ahlatshah (secara harfiah berarti 'Penguasa Ahlat', bahasa Turki:Ahlatşahlar) atau Begtimurid, adalah sebuah dinasti Muslim Sunni Turkmen yang didirikan setelah Pertempuran Manzikert (1071) dan berpusat di Ahlat, di tepi barat laut Danau Van. Wilayah ini mencakup sebagian besar daerah yang kini menjadi provinsi Bitlis dan Van, serta sebagian wilayah Muş.

Sejarah

Dinasti ini kadang disebut Sökmenli, merujuk pada pendirinya, Sökmen el-Kutbî, yang secara harfiah berarti "Sökmen si Budak" dan merupakan salah satu komandan Alp Arslan. Ahlatshah Sökmenli tidak boleh disamakan dengan Sökmen lain yang memerintah di Hasankeyf pada masa yang hampir bersamaan. Menurut Clifford Edmund Bosworth, Sökmen dan keturunannya juga memakai gelar Persia Shah-i Arman ("Syah Armenia"), yang sering disebut sebagai Ermenshah. Nama dinasti ini lahir dari komposisi etnis dan sejarah politik wilayah kekuasaannya yang didominasi oleh penduduk Armenia.[3]

Beylik ini didirikan oleh Sökmen el-Kutbî setelah ia merebut Ahlat (Khliat atau Khilat) pada tahun 1100. Para Ahlatshah memiliki hubungan erat dengan lembaga-lembaga Seljuk Agung, tetapi mereka juga menjalankan kebijakan independen, seperti melakukan peperangan melawan Georgia bersama sekutu di utara, yakni Saltukid. Mereka menjalin hubungan pula dengan cabang Artuqid yang berbasis di Meyyafarikin (kini Silvan), sehingga menjadi bagian dari jaringan kerajaan-kerajaan kecil di Mesopotamia Hulu dan Armenia Barat.

Masa kejayaan tertinggi Ahlatshah terjadi pada masa pemerintahan Sökmen II (1128–1185), yang berlangsung selama lima puluh tujuh tahun. Ia menikah dengan seorang kerabat perempuan, kemungkinan putri atau saudari dari penguasa Saltukid, Saltuk II.[4] Karena tidak memiliki keturunan, setelah kematiannya beylik tersebut dikuasai oleh serangkaian komandan budak. Pada tahun 1207, beylik akhirnya direbut oleh Ayyubiyah yang telah lama mengincar Ahlat. Kaum Ayyubiyah memasuki kota itu atas undangan penduduk Ahlat setelah penguasa terakhir Sökmenli dibunuh oleh Tuğrulshah, penguasa (melik) Erzurum yang bertindak atas nama Kesultanan Rum dan merupakan saudara Sultan Kayqubad I.

Ahlatshah meninggalkan warisan budaya yang penting berupa banyak batu nisan bersejarah di dalam dan sekitar kota Ahlat. Saat ini, para pejabat setempat berupaya agar batu-batu nisan tersebut diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, di mana kini masih tercantum dalam daftar sementara.[5]

Referensi

  1. ↑ Robert H. Hewsen «Armenia: A Historical Atlas», p. 129
  2. ↑ Richard G. Hovannisian. The Armenian People from Ancient to Modern Times Vol. I. Chapter 10 «Armenia during the Seljuk and Mongol Periods» by Robert Bedrosian. pp. 241-271
  3. ↑ Pancaroğlu 2013, hlm. 54.
  4. ↑ Cahen, p. 107.
  5. ↑ "Tentative World Heritage Sites". UNESCO.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan