Rabu, 28 Oktober 2026
08:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Shō Tai

Shō Tai

Bagikan:
Shō Tai
尚泰
250px-King_Sho_Tai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
King Shō Tai
Raja Ryūkyū
Berkuasa8 Juni 1848 – 30 Maret 1879
(30 tahun, 295 hari)
PendahuluShō Iku
Lahir(1843-08-03)3 Agustus 1843
Meninggal11 Agustus 1901(1901-08-11) (umur 58)
KeturunanShō Ten, Putra Mahkota Ryūkyū
Shō Jun (1873–1945)
Doukou Daoguang 道光
Seihou Xianfeng 咸豐
Douchi Tongzhi 同治

Shō Tai (尚泰, Mandarin pinyin: Shang Tai; 3 Agustus 1843 – 19 Agustus 1901 ) adalah raja terakhir Kerajaan Ryūkyū (p. 1848-11 Maret 1879). Masa pemerintahannya menyaksikan interaksi meningkat pesat dengan wisatawan dari luar negeri, terutama dari Eropa dan Amerika Serikat, serta akhir dari kerajaan itu dan aneksasi oleh Jepang sebagai Prefektur Okinawa.[1]

Pada tahun 1879, raja digulingkan dipaksa untuk pindah ke Tokyo. Sebagai kompensasi, dia diangkat menjadi Marquis dalam sistem kebangsawanan Meiji.[2]

Catatan

  1. ↑ "Shō Tai." Okinawa rekishi jinmei jiten (沖縄歴史人名事典, "Encyclopedia of People of Okinawan History"). Naha: Okinawa Bunka-sha, 1996. p 42.
  2. ↑ Papinot, Jacques. (2003). Nobiliare du Japon -- Sho, p. 56 (PDF@60); see also Papinot, Jacques Edmond Joseph. (1906). Dictionnaire d’histoire et de géographie du Japon.

Referensi

  • Kerr, George H. Okinawa: The History of an Island People (revised ed.). Tokyo: Tuttle Publishing, 2003.
  • "Shō Tai." Okinawa rekishi jinmei jiten (沖縄歴史人名事典, "Encyclopedia of People of Okinawan History"). Naha: Okinawa Bunka-sha, 1996. p 42.
  • Keane, Donald (2005). Emperor Of Japan: Meiji And His World, 1852-1912. Columbia University Press. ISBN 0-231-12341-8.


40px-Emperor_Showa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan