Senin, 21 September 2026
21:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Sepforis

Sepforis

kota di Israel

250px-0012%D7%A8%D7%99%D7%A6%D7%A4%D7%AA_%D7%A4%D7%A1%D7%99%D7%A4%D7%A1_%D7%91%D7%A6%D7%99%D7%A4%D7%95%D7%A8%D7%99.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepforis floor

Sepforis, yang juga dikenal dengan nama Tzippori (bahasa Ibrani: צִפּוֹרִי, ציפורי), Dioceserea dan Saffuriya (bahasa Arab: صفورية, juga ditransliterasi menjadi Safurriya dan Suffurriye; bahasa Inggris:Sepphoris atau Zippori), adalah kota yang terletak di bagian tengah kawasan Galilea, sekitar 6 kilometer di sebelah utara Nazaret, di wilayah Israel modern.[1] Di lokasi tersebut terdapat sejumlah warisan sejarah dan arsitektur yang kaya serta beragam, termasuk a.l. yang dipengaruhi oleh peradaban Asyur, Helenistik, Yudea, Babel, Romawi, Byzantium, Islam, Arab, dan Utsmaniyah. Para arkeolog yang meminati sejarah Kitab-kitab Suci Yahudi-Kristen biasanya meyakini tradisi Kristen bahwa kedua orang tua Maria, Anna dan Yoakhim, berasal dari kota Sepforis, yang saat itu merupakan sebuah kota yang telah terhelenisasi.[2] Sejumlah bangunan menonjol yang terdapat di lokasi tersebut a.l. adalah sebuah teater Romawi, dua gereja Kristen mula-mula, sebuah benteng era Perang Salib yang kemudian direnovasi oleh Daher El-Omar pada abad XVIII M, serta lebih dari empat puluh mosaik.[2] Sepforis pernah menjadi pusat kehidupan religius dan rohani Yahudi di Galilea; reruntuhan sebuah sinagoge dari abad VI M telah ditemukan di strata bawah situs tersebut. Pada abad VII M, kota itu dikuasai oleh khilafah Arab, sebagaimana wilayah Palestina lainnya. Secara berturut-turut, kota itu dikuasai oleh sejumlah penguasa Arab dan Islam hingga akhir Perang Dunia I, dengan interupsi singkat pada era Perang Salib. Sebelum pengusiran para penghuninya oleh pasukan Israel pada perang tahun 1948-1949,[3] Saffuriya merupakan sebuah desa Arab. Kemudian, sebuah moshav (pemukiman) Israel yang dinamai Tzippori dibangun di dekat lokasi itu pada 1949, sementara area yang tadinya merupakan desa Arab tersebut dijadikan sebuah taman nasional pada 1992. Moshav Tzippori kini berada di bawah yuridiksi Dewan Regional Lembah Yizreel, dan pada tahun 2006 memiliki populasi sebanyak 616 orang.

Referensi

  1. Leroy Waterman (1931). "Sepphoris, Israel". The Kelsey Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-06-27. Diakses tanggal 2011-11-02.
  2. 1 2 Mariam Shahin (2005). Palestine: A Guide. Interlink Books: Northhampton, Massachusetts.
  3. Benny Morris (2004). The birth of the Palestinian refugee problem revisited. Cambridge University Press. hlm. 516–517. ISBN 978-0-521-00967-6. Diakses tanggal 28 Agustus 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan