Minggu, 25 Oktober 2026
23:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Seonamsa

Seonamsa

bangunan kuil di Korea Selatan

Bagikan:
Seonamsa
선암사
330px-Seonamsa_Iljumun_11-06782.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiBuddhisme Korea
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Seonamsa&revid=29877845&groups=_2eaa5c6d6d72160d20431bf855f1603a67d48417&parser=parsoid
Peta interaktif Seonamsa
NegaraKorea Selatan
Koordinat34°59′48″N 127°19′52″E / 34.99661°N 127.331089°E / 34.99661; 127.331089
UNESCO World Heritage Site in Suncheon, Republik KoreaTemplat:SHORTDESC:UNESCO World Heritage Site in Suncheon, Republik Korea
LokasiSuncheon, Republik Korea
KriteriaKultural: iii
Referensi1562-6
Pengukuhan2018 (Sesi ke-42)
Seonamsa
250px-Seonamsa_Seungseongyo_11-06765.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seonamsa Seungseongyo (jembatan) dengan Gangseonnu (paviliun) tampak di bawahnya
Nama Korea
Hangul
선암사
Hanja
仙巖寺
Alih AksaraSeonam-sa
McCune–ReischauerSŏnam-sa

Seonamsa atau Kuil Seonam adalah sebuah kuil Buddhis Korea di lereng timur pada ujung barat Taman Provinsi Jogyesan, di bagian utara Distrik Seungjumyeon, kota Suncheon, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Kuil ini milik Ordo Taego meskipun Ordo Jogye mengklaim kepemilikan atas Seonamsa.[1]

Nama Seonam ("Tebing Xian", 仙 巖) berasal dari legenda bahwa seorang xian, sosok dewata, pernah memainkan permainan Igo di sini.[2]

Deskripsi

Sekitar 1 kilometer (0,62 mil) dari pintu masuk menuju halaman kuil utama, dua jembatan berbentuk pelangi muncul; jembatan kedua yang berukuran lebih besar adalah Jembatan Seungseon. Tepat di luar Jembatan Seungseon adalah Paviliun Gangseon. Melewati paviliun, kolam kecil berbentuk oval bernama Samindang menampakkan diri. Di dalam kolam ada sebuah pulau kecil dengan sebatang pohon cemara, menciptakan suasana yang menarik.

Menjelajahi lebih jauh, Gerbang Ilju muncul, setelah melewatinya berbagai bangunan kuil muncul. Kayu-kayu besar dari bangunan kuil utama sangat mengesankan, berpadu elegan dengan Pegunungan Jogye di sekitarnya dan selaras dengan alam di sekitarnya.

Sebuah jalur pendakian di sebelah kiri Kuil Seonam membawa kita ke Maaeburi, sebuah arca setinggi 17 meter (56 kaki) yang terpahat di atas sebuah batu. Seonamsa indah sepanjang tahun, terutama pada musim semi ketika semua bunga mekar, serta di musim gugur dengan semua warna musim gugur.[3]

Dengan 19 benda Cagar Budaya Nasional di dalam balairung dan museumnya, hanya beberapa kuil Buddhis Korea dengan khazanah yang lebih banyak daripada Seonamsa.[4]

Sejarah

Legenda menyatakan bahwa pada tahun 529, biarawan misionaris Ado (阿道) membangun sebuah pertapaan di tempat ini di lereng timur Jogyesan dan menamakannya Biroam (Pinyin: Pílúān;bahasa Korea: 비로암).

350 tahun kemudian pada tahun 861, Doseon membangun sebuah kuil agung di sini dan menamainya Seonamsa. Sebagai kuil utama dari trio samamsa ("tiga kuil 'batu'") bersama dengan Unamsa (雲岩) dan Yongamsa (龍岩), Seonamsa memainkan peran mendasar dalam pengembangan Buddhisme Seon, dan banyak master telah berlatih, mengajar, dan mencapai kebangkitan spiritual di sini.

Selama invasi Jepang ke Korea (1592-1598), banyak bangunan Seonamsa dihancurkan, beserta dengan sebagian besar negara. Pemugaran terjadi setelah perang, dan sebuah rencana baru untuk memugar kuil kembali pada konfigurasi asli abad ke-11 telah berlangsung sejak tahun 1992.[5]

Eungjindang (應真堂) dari Seonamsa: sebuah kuil, bagian tengah, di atas tanah kompleks kuil

Referensi

  1. ↑ Yonhap Jan. 29, 2018
  2. ↑ "visitkorea.or.kr". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-14. Diakses tanggal 2012-07-20.
  3. ↑ "english.visitkorea.or.k". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-02. Diakses tanggal 2012-07-20.
  4. ↑ "travelwireasia.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-01. Diakses tanggal 2012-07-20.
  5. ↑ "san-shin.net". Diakses tanggal 2012-07-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan