Minggu, 01 November 2026
13:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Senjata termobarik

Senjata termobarik

Bagikan:
330px-USS_McNulty_%28DDE-581%29_sunk_as_target_with_FAE_1972.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ledakan dari senjata termobarik terhadap kapal yang sudah dipensiunkan, USS McNulty, tahun 1972

Senjata termobarik atau bom vakum adalah senjata yang menyedot oksigen dari sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.[1] Senjata ini memiliki beraneka ragam ukuran, dari granat berpeluncur roket yang dapat ditenteng hingga versi besar yang dapat diluncurkan oleh pesawat tempur. Senjata termobarik pernah digunakan oleh Amerika Serikat saat Perang Vietnam serta oleh Uni Soviet saat invasi Afganistan.[2]

Perbedaan dengan bom biasa

Bom konvensional pada umumnya terdiri dari bahan bakar dan oksidator. Senjata termobarik hampir seluruhnya terdiri dari bahan bakar, sehingga energi yang dihasilkan juga lebih besar. Karena membutuhkan oksigen, senjata ini tidak dapat digunakan di dalam air, di wilayah yang terlalu tinggi, dan saat cuaca buruk.

Referensi

  1. ↑ Harrison, Virginia (2022-03-01). "What are thermobaric weapons and how do they work?". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-01.
  2. ↑ "Mengenal Senjata Mematikan Bom Termobarik Rusia Bisa Isap Oksigen". CNN Indonesia (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 1 Maret 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan