Selasa, 27 Oktober 2026
06:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Senja Makin Merah

seri televisi Indonesia tahun 1995

Bagikan:
Senja Makin Merah
Dibuat olehMultivision Plus
Ditulis oleh
SutradaraNasri Cheppy
Pemeran
Penggubah lagu temaChossy Pratama
Lagu tema pembuka"Senja Makin Merah" oleh Retno
Lagu tema penutup"Senja Makin Merah" oleh Retno
Penata musikChossy Pratama
Negara asalIndonesia
Jml episode16
Produksi
Produser eksekutif
ProduserRaam Punjabi
Lokasi produksiJakarta
Durasi39—42 menit
Rilis asli
Rilis3 September –
28 Desember 1995

Senja Makin Merah adalah serial televisi Indonesia produksi Multivision Plus yang ditayangkan perdana pada 3 September 1995 di RCTI.[1] Serial ini disutradarai oleh Nasri Cheppy dan dibintangi oleh Roy Marten, Yati Octavia dan Cynthia Maramis.

Sinopsis

Hendri Wicaksono, seorang pengacara idealis bersama rekannya, Sofyan, menghadapi suatu kasus yang harus segera diselesaikan. Sebuah kasus pembunuhan terhadap Sherly, sekretaris Hermanto, oleh Bonny, mantan kekasihnya. Di satu sisi, hati kecil Hendri berkata bahwa Hermanto, tidak bersalah. Segala cara dan upaya dilakukan Nyonya Darmawan, Ibunda Bonny, untuk melepaskan anaknya dari penjara, meski tahu bahwa anaknya sering merugikan ia dan nama besar keluarganya. Nyonya Darmawan memanggil Andre, adiknya untuk melobi Hendri. Cobaan muncul, Meriam yang sedang hamil besar, jatuh dari tangga dan masuk rumah sakit. Dibutuhkan uang 50 juta rupiah untuk dapat menyelamatkan Meriam serta bayinya bernama Bobby. Hendri terpaksa memutar kesaksian demi mendapatkan uang tersebut, meski Hermanto yang semestinya tidak bersalah, justru ialah yang dijatuhi hukuman penjara. Hermanto meninggal dalam penjara, meninggalkan Dewi, istrinya, serta adik Hermanto, Susiana.[2]

Mengetahui Hermanto meninggal, Hendri merasa bersalah dan berinisiatif untuk memberikan sejumlah uang untuk Dewi dan Susiana, tetapi dengan nama samaran. Hendri terpaksa mengorbankan penghasilan dan pengeluaran rumah tangganya untuk diserahkan pada Dewi. Hendra, adik Hendri, menyukai Susiana saat di perkuliahan. Dan pada perkenalan, Dewi terkejut bahwa Hendra adalah adik Hendri, pengacara yang dianggap telah menyengsarakan hidupnya dengan menyeret Hermanto ke penjara.

Hendri yang mengetahui Hendra menyukai Susiana, meminta Sofyan membuat rekayasa agar Hendra melepaskan Susi dengan cara meminta dokter mengeluarkan surat berisi rekam medis Hendri. Hendra divonis kanker otak. Karena tidak tega dengan Hendra yang selalu gelisah, Hendri akhirnya mengakui bahwa vonis tersebut hanyalah rekayasa. Hendra dan Susi pun direstui untuk menikah.

Persoalan lain dihadapi Sofyan, dimana Kristin telah berani menjual Susan, anaknya sendiri, pada muncikari. Kristin melakukannya demi uang dan perjudian bersama dengan Rosa, rekan sekomplotannya. Bahkan Ivan, kekasih Susan, ikut dipukuli oleh orang suruhan Kristin. Meski begitu, Ivan tetap memaafkan Kristin dan tidak melanjutkan masalah ini ke ranah hukum. Kristin pun berjanji mengubah perilakunya.

Balas dendam Dewi dengan menyuruh Susiana berbohong telah diperkosa Hendri, membawa Hendri mendekam di penjara. Hanny, adik Hendri terkecil juga nyaris menjadi korban perkosaan Bonny yang dulu pernah berulah, tetapi kali ini didalangi oleh Rosa dan Rudy yang sudah menjebak Hanny sebagai calon korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sejak awal dari beberapa hari sebelumnya. Beruntung dapat dicegah oleh aparat kepolisian yang menerima laporan Irma yang membelot dari Rosa dan Bonny dijerat dengan pasal berlapis, termasuk keterlibatannya dalam pembunuhan sekretaris Hermanto.

Mengetahui Hendri berada di penjara atas kasus yang direkayasa oleh Dewi, Sofyan memberanikan diri untuk menjelaskan semua kepada Dewi dan Susiana serta uang yang diberikan selama ini adalah dari Hendri. Termasuk kepada keluarga Reynold, seorang laki-laki anak pengusaha kaya bernama Prayogo yang menyukai Hanny dan ingin segera menikahinya[3]

Pemain

Lagu tema

Judul lagu Penyanyi Pencipta Produksi
"Senja Makin Merah" Retno Susanti Chossy Pratama Multi Music
"Sesal" Utha Likumahuwa Chossy Pratama Chrisalies
"Kuakui" Renee Siregar
Keterangan
  Lagu tema utama

Referensi

  1. ↑ Harian Republika Edisi Selasa, 22 Agustus 1995 Hal.5 : Masih Ada Sinetron Yang Rendahkan Wanita - Senja Makin Merah
  2. ↑ Majalah Vista TV, Edisi 04 Tahun ke-III, 1-15 November 1995 Hal 66-69 : Cerbung- Senja Makin Merah, bagian kesatu
  3. ↑ Majalah Vista TV, Edisi 05 Tahun ke-III, 16-30 November 1995 Hal 66-69 : Cerbung- Senja Makin Merah, bagian kedua
Daftar produksi Multivision Plus
Film
1994
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026
120px-Logo_Multivision_Plus_%28MVP%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Televisi
1992—1999
2000—2009
2010—2019
2020—2025
2026


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan