Minggu, 01 November 2026
21:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Senecio mattirolii

Bagikan:
Senecio mattirolii
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Asterid
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Tribus:
Genus:
Spesies:
S. mattirolii
Nama binomial
Senecio mattirolii
Artikel takson sembarang

Senecio mattirolii adalah tumbuhan menahun dari famili Asteraceae, yang endemik di puncak-puncak Pegunungan Rwenzori, Uganda dan Republik Demokratik Kongo pada ketinggian antara 3.600–4.500 meter (12.000 - 15.000 kaki).[2] Tumbuhan ini merupakan spesies dari genus Senecio, dan bunganya berwarna ungu.[3]

Habitat dan karakteristik

Tumbuhan ini tumbuh dengan batang tegak[2] di tempat yang berbatu-batu.[3] Tingginya sekitar 10[2] hingga 50 sentimeter[3] (4 - 20 inci).

Daunya tumbuh dengan baik dari batangnya yang kemerahan, mencuat,[2][3] dan memiliki tampilan yang "bergelombang" karena melengkung atau terpilin tidak beraturan. Daun yang lebih dekat ke pangkal seringkali berwarna kemerahan dan menempel langsung pada batang dengan tangkai sepanjang 2 hingga 5 sentimeter (1 hingga 2 inci). Daunnya berbentuk lonjong, terkadang berujung spatulate, dengan panjang 5 hingga 13 sentimeter (2 hingga 5 inci) dan lebar 1-2 sentimeter. Lebih jauh ke atas batang, daunnya lebih kecil, dengan panjang 2 hingga 5 sentimeter (1 hingga 2 inci) dan lebar 3 hingga 10 milimeter.[2]

Kepala bunganya berbentuk lingkaran pipih dan tegak lurus dengan tubuhnya. Mereka muncul dalam kelompok 2 hingga 6 bunga yang tumbuh ke atas dari berbagai titik di batang utama hingga ketinggian yang kurang lebih sama, dengan bunga luar mekar terlebih dahulu. Filarinya berwarna keunguan. Tidak ada bunga jari-jari dan bunga cakram berwarna ungu atau mauve.

Buahnya berupa buah buni sepanjang 3 - 4 millimeter, lentur dan tidak berbulu, serta memiliki pappus sepanjang 6 - 7 millimeter.[2]

Referensi

  1. ↑ "Senecio mattirolii Chiov. record n° 98741" (PDF). African Plants Database. South African National Biodiversity Institute, the Conservatoire et Jardin botaniques de la Ville de Genève and Tela Botanica. Diakses tanggal 2008-05-08.
  2. 1 2 3 4 5 6 Aluka. "Entry for Senecio mattirolii Chiov. [family COMPOSITAE]" (HTML). African Plants. Ithaka Harbors, Inc. Diakses tanggal 2008-05-11.
  3. 1 2 3 4 H. Peter Linder and Berit Gehrke (2 Maret 2006). "Common plants of the Rwenzori, particularly the upper zones" (PDF). Institute for Systematic Botany, University of Zurich. Diarsipkan dari asli (HTML) tanggal 2008-05-30. Diakses tanggal 2008-05-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • Artikel ini mengandung teks dari suatu publikasi yang sekarang berada di domain publik: Porter, Noah, ed. (1913), Webster's Dictionary, Springfield, Massachusetts: C. & G. Merriam Co.{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |separator=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan