Jumat, 23 Oktober 2026
11:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Sembung

Sembung

Bagikan:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Sembung.
Sembung
250px-Blumea_balsamifera_Blanco2.403-cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sembung (Blumea balsamifera)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Blumea
Spesies:
B. balsamifera
Nama binomial
Blumea balsamifera
(L.) DC.

Sembung (Blumea balsamifera) adalah tanaman perdu yang biasa dipakai untuk mengobati penyakit pilek, reumatik, kembung, diare, sakit tulang dsb.[1][2] Di Filipina juga dipakai sebagai obat peluruh (diuretik).[3] Kegunaan lainnya adalah untuk mengobati luka yang terinfeksi, infeksi pernafasan, dan sakit perut di Thailand dan Tiongkok sebagai obat rakyat.[4]

Nama Ilmiah dan Daerah

Nama ilmiah Sembung adalah Blumea Balsamifera.[1] Sinonimnya: Baccharis Salvia Lour, Conyza Balsamifera Linn, dan Pluchea Balsamifera.[1]

Sembung dikenal sebagai sembung utan di daerah Sunda, sembung langu, sembung mingsa, sembung gula, sembung kuwuk, sembung gula, atau sembung lelet di daerah Jawa Tengah, kamandhin di Madura, dan sembung, capa, capo di Sumatra, apompase, mandikapu di Ternate, sembung di Bali.[1][2]

Di Tiongkok ia disebut ai na xiang, dan dalam bahasa Inggris orang menyebutnya nga champora.[2]

Ciri Umum Sembung

Genus Blumea dijumpai di zona tropis dan sub-tropis Asia, terutama di India dan Asia Tenggara.[3] Tanaman ini biasanya tumbuh liar di ladang dan dianggap sebagai gulma pengganggu.[3] dan di padang rumput[5]

Sembung merupakan perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi pencapai 4 m dan berambut halus.[1] Daun bagian bawah bertangkai, sedang di bagian atas merupakan daun duduk yang tumbuh berseling, berbentuk bundar telur dan lonjong, bagian pangkal dan ujung lancip, pinggri bergerigi, dan terdapat 2-3 daun tambahan pada tangkai daunnya.[1] Permukaan daun bagian atas agak kasar, sedangkan bagian bawah halus seperti beludru.[1] Bunga bekelompok berupa malai, muncul di ujung cabang dan berwarna kuning.[1] Buah longkah sedikit melengkung dengan panjang 1 mm.[1]

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah bagian akar dan daun, baik dalam kondisi segar maupun kering.[1]

Contoh pemakaian untuk penyakit diare, sakit perut, kolera, dan masuk angin: cuci bersih 5 lembar daun sembung, lalu potong kecil-kecil, rebus daun dalam 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas.[2] Dinginkan, kemudian disaring dan dibuat ramuan.[2] Minum hasil saringan 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas besama 1 sendok makan madu.[2]

Kandungan Kimia

Kandungan kimianya terdiri dari borneol, cineole, limonene, dan dimenthyl ether phloroacetophenone, glukosida, alkohol sesquiterpen, asam palmitin, minyak siri, dan zat bergetah (untuk kapur barus).[1][2] Daun segarnya mengandung borneol, rasanya asam, sedikit pahit, agak hangat, dan harum.[2]

Cara berkembang

Tanaman Sembung berkembang dengan biji, pemeliharaannya sangat mudah, hanya diperlukan cukup air, dan kelembapan.[2] Pupuk yang diperlukan hanya pupuk dasar.[2] Sembung akan baik tumbuh di tempat yang cukup sinar matahari atau sedikit terbuka.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Indonesia)Dewi Damayanti., Buku pintar tanaman obat: 431 jenis tanaman penggempur aneka penyakit (Google eBuku), Jakarta: AgroMedia, 2008, Hal. 222
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Indonesia) Arief Hariana., Tumbuhan Obat & Khasiatnya 3, Jakarta: Niaga Swadaya, Hal. 63-64
  3. 1 2 3 Sambong listing at Stuart X Change list of Medicinal plants. Diakses Desember 25, 2009.
  4. ↑ Uthai Sakee, Sujira Maneerat; et al. (2011). "Antimicrobial activity of Blumea balsamifera (Lin.) DC. extracts and essential oil". Natural Product Research. 25 (19): 1849–1856. doi:10.1080/14786419.2010.485573. PMID 21500092.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=
  5. ↑ http://www.bpi.da.gov.ph/Publications/mp/html/s/sambong.htm Diarsipkan 2009-02-26 di Wayback Machine - Bureau of Plant Industry of the Department of Agriculture of the Republic of Philippines Official government website. Diakses Desember 25, 2009.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Blumea balsamifera.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan