Kamis, 29 Oktober 2026
21:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Selat Tsugaru

Selat Tsugaru

salah satu selat di dunia

Bagikan:
250px-Location_TsugaruPeninsulaJp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Semenanjung Tsugaru dan Selat Tsugaru
250px-Tappisaki.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanjung Tappi

Selat Tsugaru (津軽海峡, Tsugaru Kaikyō) adalah selat di utara Jepang antara Pulau Honshu dan Hokkaido yang menghubungkan Laut Jepang dengan Samudra Pasifik. Nama selat ini diambil dari wilayah paling barat Prefektur Aomori yang disebut Tsugaru. Di selat ini terdapat terowongan bawah laut bernama Terowongan Seikan. Terowongan ini panjangnya 19,5 km, dibangun di antara dua titik tersempit Selat Tsugaru antara Tanjung Tappi di Semenanjung Tsugaru, Aomori, Pulau Honshu dan Tanjung Shirakami di Semenanjung Matsumae, Hokkaido.

Sebelum selesainya pembangunan Terowongan Seikan, kapal feri merupakan metode transportasi satu-satunya yang menghubungkan Selat Tsugaru antara Aomori di Pulau Honshu dengan Hakodate di Hokkaido. Perjalanan dengan feri dulunya memakan waktu empat jam dengan feri. Selat ini sekarang sudah dihubungkan dengan Terowongan Seikan yang dapat dilewati kendaraan bermotor dan kereta api. Perjalanan dengan Shinkansen diperkirakan memakan waktu 50 menit setelah dibukanya rute Aomori-Hakodate pada tahun 2015.[1]

Kapal feri Tōya Maru tenggelam di selat ini pada 26 September 1954. Kecelakaan ini memakan korban 1.172 orang tewas.[2]

Penjelajah dan naturalis Inggris Thomas Blakiston memperhatikan bahwa fauna di Hokkaido memiliki hubungan dengan spesies-spesies di Asia bagian utara, sedangkan fauna di Pulau Honshu memiliki hubungan dengan fauna dari Asia bagian selatan. Oleh karena itu, Selat Tsugaru dipakai sebagai batas geografi fauna yang disebut Garis Blakiston.[3]

Referensi

  1. ↑ Morse, D. (Mei 1988). "Japan Tunnels Under the Ocean". Civil Engineering. 58 (5): 50–53.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Seikan Railroad Ferryboat Accident, Failure Knowledge Database". Japan Science and Technology Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-22. Diakses tanggal 2013-01-10.
  3. ↑ "Nature in Japan" (PDF). Ministry of the Environment Government of Japan.

41°29′57″N 140°36′57″E / 41.49917°N 140.61583°E / 41.49917; 140.61583

Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan