Minggu, 25 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Selat Bashi

Selat Bashi

salah satu selat di dunia

Bagikan:
250px-Luzon_Strait_n7184.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bashi adalah selat di utara Selat Luzon

Selat Bashi (Hanzi sederhana:巴士海峡; Hanzi tradisional:巴士海峽; Pinyin:Bāshì hǎixiá) adalah suatu perairan yang bisa dilayari antara Pulau Mavulis (Pulau Y'Ami) di Filipina dan Pulau Anggrek di Taiwan. Selat ini merupakan bagian dari Selat Luzon di Samudra Pasifik. Selat ini memiliki ciri khas berupa badai selama musim hujan, Juni sampai Desember.

Selat Bashi merupakan jalur penting bagi operasi militer. Taiwan dan Filipina keduanya bersengketa atas kepemilikan perairan tersebut karena kedua belah pihak mengatakan bahwa wilayah tersebut berada dalam jarak 200 mil laut dari pantai mereka. Selat ini juga penting untuk jaringan komunikasi. Banyak kabel komunikasi bawah laut yang membawa lalu lintas data dan telepon antara negara-negara Asia melewati Selat Bashi, menjadikannya titik potensial utama kegagalan Internet. Pada Desember 2006, sebuah gempa bumi bawah laut berkekuatan 6,7 memutuskan beberapa kabel bawah laut pada saat bersamaan, menyebabkan kemacetan komunikasi yang signifikan yang berlangsung beberapa minggu.[1][2]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Earthquakes Disrupt Internet Access in Asia; A Series of Powerful Earthquakes Damages Undersea Cables and Interrupts Internet Connections in Asia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2007. Diakses tanggal Desember 27, 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ PINR report, Taiwan Quake Exposes Internet Vulnerability Diarsipkan Februari 4, 2007, di Wayback Machine, published 15 January 2007

21°25′N 121°30′E / 21.417°N 121.500°E / 21.417; 121.500

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan