Rabu, 07 Oktober 2026
19:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Selamat Ginting

tokoh militer Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Karo, marganya adalah Ginting Munte.
Selamat Ginting
Informasi pribadi
Lahir(1923-04-22)22 April 1923
Meninggal22 April 1994(1994-04-22) (umur 72)
Partai politik  PNI
Suami/istriPiah Malem Rondangena br. Karokaro Manik

Selamat Ginting (Politik) (22 April 1922 – 22 April 1994) adalah gerilyawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Semasa revolusi fisik, Selamat Ginting memimpin pasukan gerilya sektor III meliputi Dairi, Karo, Aceh Tenggara, dan Langkat.[1] Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Selamat Ginting dikenal sebagai bankir dan ketua umum PERBANAS (1963-1967).

Pendidikan

Selamat Ginting berperan dalam pergerakan nasional ketika masih berusia remaja, ketika menempuh pendidikan menengah di zaman kolonial Hollandsch Inlandsche School (HIS). Setelah menamatkan pendidikan dari HIS, Selamat Ginting meneruskan pendidikan di Sekolah Ekonomi Kayu tanam , Sumatera Barat.

Perjuangan Militer

250px-Brastagi._Bij_hun_aankomst_in_Brastagi_deden_onze_troepen_een_lugubere_vondst._I%2C_Bestanddeelnr_343-1-3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Markas Napindo Ressort Halilintar pimpinan Selamat Ginting di Berastagi.

Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Ekonomi Kayutanam, Selamat Ginting pulang ke Tanah Karo. Tak lama berselang, Perang Pasifik meletus dan Jepang menginvasi Indonesia. Hal itu menandai berakhirnya era penjajahan Kolonial Belanda dan dimulainya masa pendudukan Jepang di nusantara, termasuk di Tanah Karo. Selamat Ginting memutuskan untuk berjuang menghadapi penjajahan Jepang dengan bergabung ke partai yang dibentuk oleh Mohammad Hatta, yaitu Partai Pendidikan Nasional Indonesia.

Pemerintah Jepang melarang segala kegiatan berbau politik dan membubarkan Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Selamat Ginting membentuk Pusat Ekonomi Rakyat (Pusra) untuk membantu menggerakkan perekonomian rakyat pada masa itu.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Indonesia masih terus menghadapi fase perang kemerdekaan, ketika Belanda kembali berusaha menduduki nusantara termasuk Tanah Karo. Disini Selamat Ginting kembali terpanggil untuk berjuang demi kemerdekaan penuh Republik Indonesia. Dia kemudian masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan sekaligus diangkat menjadi Komandan Sektor III Sub Teritorium VII Komando Sumatera yang meliputi wilayah Dairi, Tanah Karo, Aceh Tenggara dan Langkat.

Semasa era revolusi, pasukan Selamat dijuluki dengan sebutan ”pasukan halilintar” yang dikenal garang dalam setiap pertempuran melawan Belanda Monumen halilintar.[2] Pasukan Selamat juga dikenal tidak pernah kompromi dengan musuh karena Selamat memiliki prinsip daripada mundur, lebih baik maju mengejar musuh.

Pengabdian Politik

Setelah perang kemerdekaan selesai, Selamat Ginting akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari dunia militer, dan memilih berkecimpung di dunia politik melalui partai yang dibentuk Soekarno pada masa kolonial, Partai Nasional Indonesia (PNI). Melalui partai ini, Selamat pernah menduduki jabatan tertinggi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara pada tahun 1950.

Kiprah politiknya yang cemerlang di daerah mendatangkan keinginan dari pengurus pusat untuk menarik Selamat ke Jakarta. Di Jakarta, Selamat akhirnya diberikan amanat untuk menjabat Ketua Departeman Organisasi DPP PNI pada tahun 1955. Saat Pemilihan Umum pada tahun yang sama, Selamat Ginting juga berhasil meraih satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mewakili PNI sejak tahun 1956.[3]

Pengabdian Ekonomi

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Selamat Ginting dikenal sebagai bankir dan ketua umum PERBANAS (1963-1967).

Berbekal pendidikan dari Sekolah Ekonomi Kayutanam, Sumatera Barat, Selamat Ginting mendirikan Pusat Ekonomi Rakyat (PUSRA). Ia mendirikan bank kerajinan rakyat.

Keluarga

Selamat Ginting menikah pada tahun 1944 dengan Piah Malem Rondangena br. Karokaro Manik. Dari hasil perkawinan ini terlahir seorang anak bernama Riah Magdalena Ginting dan Tampak Kita Tuah Ginting.

Referensi

  1. ↑ "Membangun Nasionalisme Dari Selamat Ginting" - Blog, diakses 13 Juli 2014.
  2. ↑ TobaITLabs. "Portal Berita Berbasis Komunitas Batak". Tobatabo.com. Diakses tanggal 2024-12-20.
  3. ↑ "Selamat Ginting, Marhaenis Dari Tanah Karo" Diarsipkan 2014-02-18 di Wayback Machine - Web, diakses 13 Juli 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan